RUSIA – Di musim semi kemarin, Tomsk berusia 416 tahun. Selama itu pula, berbagai kenangan sejarah telah terjadi di kota ini. Tomsk berdiri di tahun 1604, jauh sebelum Perang Dunia II di mulai.

Mengapa disebut sebagai tempat paling baik untuk melanjutkan pendidikan? Pertama adalah Tomsk adalah kota yang dijadikan sebagai pusat penelitian di Siberia selama perang berlangsung. Kota ini menghasilkan segudang ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, termasuk para pemenang Hadiah Nobel, seperti Vincent Callaghan yang menerima Hadiah Nobel untuk studi perubahan iklim di tahun 2007 dan Harald zur Hausen yang menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran di tahun 2008.

Tomsk juga memiliki universitas yang khusus untuk mempelajari bahasa. Mereka menyediakan kursus bahasa di berbagai tingkat. Pusat pendidikan atau universitas disini juga terlibat dalam bidang bilingualisme sastra.

Sejak Perang Patriotik Raya dikumandangkan di Rusia, Kota Tomsk beralih fungsi menjadi kota industri. Sejarah mencatat bahwa 32 industri besar dipindahkan ke Tomks di tahun 1941-1943. Di tahun yang sama, 9 unit industri pertahanan Rusia juga dipindahkan ke kota ini. Jadi, belajar di kota ini akan membuat anda paham tentang cara membangun sebuah negara lewat jenjang pendidikan di universitas.

Ingin belajar strategi perang? kota ini juga tempatnya. Para ahli yang mengajar di kota ini memang sangat ahli di bidangnya. Karena dukungan pemerintah saat perang memang sangat kuat terhadap kota ini. Dari kota ini pemerintah Rusia membiayai peperangan yang terjadi di beberapa tempat di wilayahnya sendiri maupun di negara lain. Kota ini benar-benar dibangun sebagai mesin pencetak uang dan administrasi oleh Rusia kala itu.

Sebagai bukti, selama era perang berlangsung Kota Tomsk ternyata muncul sebagai salah satu kota paling sukses di dunia. Jumlah negara yang berada di bawah Serikat Republik di Tomsk juga tumbuh 6 kali lipat.

Banyak perusahaan yang jadikan Tomks sebagai basis usaha. Pengusaha ramai-ramai memindahkan usahanya ke kota ini karena perkembangannya memang sangat pesat.

Sehingga selama perang berlangsung pertumbuhan penduduk bertambah dari yang awalnya hanya 114.000 orang menjadi 177.000 orang dalam periode waktu 1940-1944.

Berbagai laboratorium dari Perang Soviet serta praktek perbudakan di pindahkan ke Kota Tomsk. Mereka yang sangat tertarik pada sejarah perang dan ingin studi di bidang kebudayaan akan sangat senang saat mempelajari kekayaan ilmu pengetahuan yang ini di kota ini. Pemerintah Rusia benar-benar berhasil menjadikan Tomsk sebagai kota industri dan kota pendidikan di waktu yang sama.

Laboratorium yang dulunya dijadikan sebagai pusat penelitian untuk Lembaga Pertahanan Soviet akhirnya dijadikan sebagai pusat pendidikan bagi mahasiawa. Tomks tak pernah tidur sejak pertama kali dijadikan sebagai basis pertahanan ekonomi oleh Soviet.

Tomsk adalah pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi besar di Siberia, rumah bagi 8 universitas, 11 lembaga penelitian, 5 inkubator bisnis, Zona Ekonomi Khusus Inovasi Teknis, serta lebih dari 25.000 organisasi dan perusahaan, 11.700 bisnis kecil, lebih dari 3.000 pusat perbelanjaan dan toko, lebih dari 80 sekolah dan sekolah tata bahasa, dan 60 organisasi budaya dan hiburan.

Sekarang Tomsk masih menjadi kota bagi pelajar dan ilmuwan, terdapat 9 lembaga pendidikan tinggi, 15 lembaga penelitian ilmiah, zona ekonomi khusus pengembangan teknologi, dan 6 inkubator bisnis.

Saat ini Tomsk menduduki peringkat keempat di Rusia dengan jumlah profesor bergelar doktor, peringkat ketiga (setelah Moskow dan St. Peterburg) dengan jumlah siswa per 10.000 penduduk, dan peringkat ketiga di dunia yang sangat tertari untuk mendaftar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Leave a Reply

  • (not be published)