Mendengarkan pidato Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Italia (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

VATIKAN – Ruang terbuka di depan basilika dirancang ulang oleh Gian Lorenzo Bernini, dari 1656 hingga 1667, di bawah arahan Paus Aleksander VII agar dapat menampung banyak orang.

Dari tempat ini, ribuan atau bahkan jutaan orang menunggu serta mengikuti pesan-pesan dari Paus yang disampaikan langsung dari jendela Istana Vatikan.

Piazza San Pietro dan Basilika Santo Petrus dibangun di tempat Sirkus kuno Kaisar Nero pernah berdiri. Di sinilah pada tahun 67 M di mana Santo Petrus, Paus pertama Gereja Katolik disalibkan dan menjadi seorang martir.

Kaisar Nero menganiaya orang Kristen Roma dan menuduh mereka menyebabkan kebakaran yang menghancurkan kota itu pada tahun 64.

Pada tahun 324 M, Kaisar Konstantin memerintahkan agar sebuah basilika untuk menghormati Santo Petrus dibangun di atas pekuburan yang menampung sisa-sisa santo itu. Bangunan yang sekarang menjadi Basilika Santo Petrus dibangun antara abad 16 dan 17 dan ditahbiskan pada tahun 1626.

Piazza San Pietro memiliki panjang 320 meter dengan lebar 240 meter. Lapangan tersebut berbentuk persegi hingga akhir abad ke-16, dan Bernini kemudian menambahkan dua pilar untuk membuat lengkungan tanpa menutup bangunan sepenuhnya.

Gian Lorenzo Bernini

Arsitek dan pematung Neapolitan Gian Lorenzo Bernini (1598-1680) adalah seniman hebat dan jenius. Ia adalah aktor dibalik pembangunan beberapa monumen besar selama periode Romawi kuno. Beberapa diantaranya Fontana dei Quattro Fiumi di Piazza Navona, baldachin, atau pembangunan kanopi seremonial di Gereja Santo Petrus, Gereja Santa Andrea al Quirinale dan Gereja Santa Theresia yang berada di dalam Gereja Santa Maria della Vittoria.

Desain Bernini yang ramping serta pahatan yang eksotis dengan garis lengkung yang khas untuk bangunan sekelas opera (pertunjukan) membuat Ia kerap disamakan dengan Michelangelo abad ke-17.

Leave a Reply

  • (not be published)