VATIKAN – Jalan-jalan di Italia, tapi belum ke Vatikan? Sama saja bohong! begitulah komentar seorang pemandu turis ketika mendengar beberapa peserta tournya enggan ke Vatikan karena matahari musim panas yang menyengat. Sambil tersenyum, saya pun sempat merasa aneh dengan turis-turis anti gedung gereja ini.

Pemandangan Kota Roma, dari kejauhan terlihat Basilika Santo Petrus (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Padahal, negara super mungil dengan nama resmi La Citta del Vaticano ini bagaikan sebuah ringkasan kultur Italia yang kaya, intisari seni dan bahkan sejarah.

Vatikan adalah negara kecil dengan Paus sebagai kepala negara. Paus juga adalah pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia. Negara kecil ini memiliki sekitar 800 jiwa penduduk. Mereka diantara para kardinal, uskup, pastor, suster, bruder, dan beberapa orang awam dan Paus yang berdomisili di sebuah gedung di samping Basilika Santo Petrus.

Basilika St. Petrus sendiri adalah gereja besar yang terletak di depan alun-alun Santo Petrus. Basilika Santo Petrus ini adalah gereja terbesar di dunia yang pernah dibangun di area 23.000 m² dan memiliki kapasitas lebih dari 60.000 orang. Gereja yang berdiri di atas makam Santo Petrus ini, merupakan salah satu tempat ziarah umat Katolik.

Dapat kita katakan, negara ini menjadikan Basilika St. Petrus sebagai maskot utama karena memang megah, unik, dan indah tentunya. Basililka ini dibangun sekitar tahun 1506-1626. Beberapa hal yang menarik perhatian tentunya arsitektur gedung, patung, dan pintu-pintu suci yang hanya dibuka oleh Paus beberapa tahun sekali.

Di bagian sentral gereja, terlihat Altar Transfigurasi, yang di belakangnya ada salinan mosaik dari lukisan terakhir seniman besar, Raphael. Di altar terdapat kanopi altar yang memayungi altar dan makam Santo Petrus. Di atas altar berisi relikwi kursi, yang digunakan Santo Petrus untuk berkhotbah, simbol otoritas mengajar Paus.

Proses pembangunan basilika ini dimulai pada Tahun 1065-1626. Bagian depan gedungnya dihiasi patung Santo Petrus dan Paulus. Di alun-alun lapangan Santo Petrus, juga terdapat tiang batu yang dibawa Mesir, yang seringkali disebut obelisk.

Pilar-pilar atau colona yang berjajar rapi, kokoh, mengitari Piazza atau alun-alun, seakan-akan hendak menegaskan keagungan zona ini

Di dekat pintu masuk kanan, terdapat patung Pieta indah karya Michelangelo, yang menggambarkan Santa Perawan Maria menggendong Yesus yang wafat di pangkuannya setelah penyaliban.

Sayangnya, kita hanya bisa memandangkan dari balik kaca pelindung, karena pernah dirusakan dengan kampak pada tahun 1972. Patung “Pieta” ini dibuat Michelangelo Buonarroti atau yang kita kenal dengan nama Michelangelo yang hidup pada tahun 1475-1564. S

elain hal indah diatas, dibagian bawah terdapat makam para paus dan lukisan-lukisan super indah yang menghiasi langit-langit gedung gereja. Selain lukisan, terdapat makam-makam tokoh penting dan patung-patung sebagai simbol keagungan dan keindahan surgawi. Semua ornamen ini terlihat laksana vibrasi indah dari seorang penyanyi.

Dengan dibukanya lockdown akibat Covid-19, maka setiap orang boleh mengunjungi gereja yang megah ini kembali. Selain masuknya gratis dan wajib berfoto dengan sopan, syarat lainnya adalah melewati security check, menjaga jarak, berpakaian rapi dan bermasker. Jaga kesopanan karena ada orang lain sedang berdoa juga di dalamnya.

Masih kurang puas menikmati Vatikan dan alun-alunnya yang spektakuler? Siapkan €17 per orang dan nikmatilah koleksi di 9 museum, Kapel Sistina dan 3 kapel antik lainya, dan belasan galeri seni. Disana kita juga bisa berjumpa dengan karya Michelangelo, Raffaelo, dan lainnya. Untuk pastor dan suster boleh masuk hanya dengan €8 dan sedikit senyuman…hehe. Enjoy art in Vatican City!

Leave a Reply

  • (not be published)