BOSNIA – Sarajevo, sebuah kota bekas Perang Yugoslavia yang berada di Bosnia dan Herzegovina di Eropa Timur.

Pemandangan dari Hotel Pansion River Saat Musim Salju (Fotografer – Dilla Sausan)

Setelah sebelumnya singgah di Mostar, kota lain di Bosnia, saya melanjutkan perjalanan ke Sarajevo. Menumpangi Flixbus, perjalanan selama empat jam pun dimulai. Saya sangat menikmati sepanjang perjalanan menuju Sarajevo. Barisan pegunungan Alpen dengan salju diatasnya terlihat indah dari kejauhan.

Pemandangan Sungai Neretva disepanjang perjalanan yang berhiasakan tebing berwarna abu-abu dapat anda nikmati disepanjang perjalanan. Suasana dingin diluar sangat terasa dari dalam bus meski dilengkapi dengan penghangat.

Sama seperti di Mostar, anda juga akan sering menemukan bendera Turki saat tiba di Sarajevo. Masjid bermenara runcing khas Kerajaan Ottoman tampak di semua tempat. Saat memasuki kawasan kota, seorang anak di dalam bus berteriak girang. Pelan saya usap kaca bus yang berembun dan melihat sebuah gedung perbelanjaan serta jalan raya yang masih dipenuhi oleh salju.

“Look, we are here already,” teriak salah satu penumpang.

Turun di pemberhentian terakhir, udara dingin langsung menyeruak masuk ke tubuh saya saat keluar dari bus. Perlahan saya menggeret koper ukuran medium menuju Pansion River, sebuah hotel klasik di pinggir danau yang pernah dijadikan sebagai tempat lokasi shooting Film Twice Born yang dibintangi oleh Penelope Cruz.

Tips jalan-jalan murah pakai koper adalah belilah koper yang berkualitas bagus agar barang-barang anda tetap aman dibawa naik turun bus terutama saat musim dingin. Hotel ini sangat bersih dan menyajikan pemandangan romantis dengan harga terjangkau.

Menariknya lagi, kumandang azan di Sarajevo tergolong unik karena tidak bersahut-sahutan seperti di Jakarta. Jadi rasanya sangat berbeda seolah suara azan hanya datang dari satu masjid saja.

Dari Hotel Pansion River anda cukup berjalan kaki 5 menit saja ke daerah kawasan kota tua. Kawasan ini adalah surga bagi para pelancong karena menawarkan berbagai macam area kuliner, pasar tradisional, situs budaya dan tempat hiburan lainnya.

Salah satu restoran yang kami tuju tampak dipenuhi antrian pembeli. Masyarakat Sarajevo kalau makan ternyata sangat cepat. Antrian panjang dan lalu lalang manusia di dalam restoran cukup mengingatkan saya untuk segera menghabiskan cevapi, roti isi daging ukuran jumbo yang lengkap dengan bawang, krim keju dan kaymak.

Tempat berikutnya yang kami datangi adalah kafe yang menawarkan penganan khas Bosnia. Di tempat ini baru bisa santai menikmati baklava, tulumba atau bars of marzipan. Saya rekomendasikan restoran cevabdzinica saat anda berkunjung ke Sarajevo. Harga menu di restoran ini tidak terlalu mahal dan variatif.

Di musim dingin suhu di Sarajevo cenderung ekstrim. Saya sarankan untuk terus membawa pakaian hangat anda meski sinar matahari terlihat terik di siang hari karena suhu biasanya turun drastis di sore hari.

Leave a Reply

  • (not be published)