Sistem pertahanan Iron Dome milik Israel menahan serangan roket dan misil dari Gaza, Palestina, Rabu (12/5) (Foto: Reuters/ BBC/ THE EDITOR)

ISRAEL – BBC melaporkan bahwa lebih dari 1.000 roket telah ditembakkan oleh militan asal Palestina dalam 38 jam terakhir. Sementara itu, Israel sendiri telah melancarkan ratusan serangan udara dan menghancurkan dua blok menara di Gaza pada Selasa dan Rabu. Dari peristiwa ini, 53 warga Palestina dan enam warga Israel dinyatakan tewas.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan prihatin yang tinggi akibat perang yang tengah berlangsung. 14 anak Palestina saat ini masih terjebak dalam konflik.

Selain itu. seorang warga Israel tewas ketika peluru kendali anti-tank yang ditembakkan dari Jalur Gaza utara menghantam sebuah jip di perbatasan. Tiga orang lainnya diketahui terluka.

Masih dari Israel, seorang ayah berusia 52 tahun dan putrinya yang berusia 16 tahun juga dinyatakan meninggal di kota Lod dekat Tel Aviv akibat serangan roket yang menghantam mobil mereka. Sementara itu di Gaza, lima orang tewas karena serangan udara Israel. Jalanan dipenuhi puing-puing bangunan yang runtuh dan mobil yang hancur dan terbakar.

Israel mengatakan telah melakukan operasi khusus untuk mencari pejabat senior Hamas di Gaza. Orang Arab yang tinggal di Israel melakukan protes di sejumlah kota Israel. Kota Lod yang berada di dekat Tel Aviv dinyatakan dalam keadaan darurat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintah akan menggunakan semua kekuatannya untuk melindungi Israel dari musuh di luar dan dalam negeri.

Kenapa Konflik Tiba-Tiba Terjadi?

Pertempuran ini terjadi akibat ketegangan yang meningkat selama berminggu-minggu sebelumnya yang dipicu oleh konfrontasi yang terjadi di Masjid Al Aqsa dimana warta Muslim yang tadinya mengadakan sholat bersama tiba-tiba berdemonstrasi dan melempari Tembok Ratapan dengan batu. Polisi turun tangan untuk menghentikan para demonstran namun berakhir ricuh karena batu yang dibawa demonstran tak henti-hentinya beterbangan menuju aparat keamanan.

Militer Israel mengatakan pertempuran saat ini adalah yang paling parah sejak konflik dimulai di Gaza tahun 2014 lalu.

1.050 Roket Diterbangkan Dari Palestina

1.050 roket dan mortir asal ditembakkan dari wilayah Palestina, namun hanya 850 yang berhasil mendarat di wilayah Israel karena ditahan oleh sistem pertahanan udara Iron Dome. Alat ini juga berhasil mengembalikan 200 dari 1.050 misil ke Gaza yang sebelumnya ditembakkan oleh Gaza.

Sebuah gedung di Ashkelon, Israel rusak akibat serangan bom dari Gaza (Foto: EPA/ BBC/ THE EDITOR)

Dari rekaman video yang beredar, diketahui bahwa malam-malam dua kota di dua negara tersebut dihiasi oleh cahaya roket. Beberapa diantaranya terlihat meledak saat dihantam oleh rudal pencegat Israel.

Ledakan keras dan sirene serangan udara terdengar di kota-kota yang menjadi target, termasuk Tel Aviv, Ashkelon, Modiin dan Beersheba, ketika militan Palestina mencoba membanjiri pertahanan rudal Israel.

Anna Ahronheim, koresponden pertahanan dan keamanan dari Jerusalem Post, mengatakan kepada BBC bahwa Ia sempat mendengar intersepsi dan roket yang jatuh di dekat tempat tinggal mereka.

“Mendengar ratusan intersepsi dan bahkan mendengar roket jatuh di dekat kami sungguh mengerikan,” ujarnya.

Fady Hanona, seorang jurnalis di Kota Gaza, men-tweet sebuah video yang menunjukkan ledakan demi ledakan yang terjadi di Gaza pada Rabu pagi.

“Apa yang terjadi sungguh luar biasa,” katanya.

“Apa yang kami alami pagi ini adalah perang dengan intentsitas paling lama dari pada yang kami alami selama tiga perang terakhir.”

Komunitas internasional telah mendesak kedua belah pihak untuk mengakhiri eskalasi di tengah kekhawatiran yang bisa lepas kendali.

Utusan perdamaian Timur Tengah PBB, Tor Wennesland, mengatakan bila dua negara ini sudah siap berperang habis-habisan.

Dua Negara Dalam Keadaan Darurat

Protes dilakukan oleh orang Arab Israel yang tinggal di Lod hingga berakhir rusuh saat lemparan batu yang dilontarkan ke aparat dijawab dengan granat setrum.

Akibat kejadian tersebut menyebabkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan keadaan darurat di kota itu pada Selasa malam.

Ini adalah pertama kalinya pemerintah Israel menggunakan kekuatan darurat atas komunitas Arab sejak 1966, kata The Times of Israel.

Netanyahu disebutkan akan memberlakukan jam malam bila perlu dan akan meningkatkan pasukan keamanan ke Kota Acre.

“Kerusuhan yang kita saksikan malam ini adalah kenyataan yang tak tertahankan. Itu mengingatkan kita pada pemandangan dari masa lalu rakyat kita dan kita tidak bisa menerimanya – tentunya tidak di negara kita,” katanya.

Leave a Reply

  • (not be published)