Bupati Bulukumba Andi Muchtar (Foto: Istimewa/ THE EDITOR)

BULUKUMBA – Mahasiswa harus bisa menyampaikan aspirasinya dengan baik dan benar. Demikian dikatakan oleh Ketua Koalisi untuk kesejahteraan TNI Polri (Kitra) Kabupaten Bulukumba Muhammad Yusran terkait ricuhnya aksi demo yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba di depan kantor Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan pada Senin (14/6) lalu,

“Semestinya mahasiswa saat demo harus sesuai aturan. Bila bupati telah mengundang masuk untuk bertemu maka silahkan masuk dan sampaikan aspirasi dengan benar,” ujar Yusran saat ditemui oleh The Editor di Bulukumba, Sabtu (27/6).

Menurut Yusran, undangan yang disampaikan kepada para mahasiswa yang tengah berdemo adalah sebuah jawaban. Dalam pertemuan antara Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dengan mahasiswa nantinya maka berbagai tuntutan mahasiswa bisa diselesaikan.

“Menyampaikan aspirasi juga ada etikanya,” tegas Yusran

Sebagaimana diketahui, Sebuah video yang memperlihatkan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menendang ban ketika menemui demonstran di depan kantornya pada Senin (14/6) lalu. Video berdurasi dua menit 50 detik itu viral di media sosial dimana kader PMII Bulukumba menuntut adanya program 100 hari kerja Bupati Bulukumba dan Wakil Bupati Bulukumba.

Kepala Publikasi Humas Pemda Bulukumba Andi Ayatullah membenarkan perihal tersebut. Ia mengatakan kejadian itu terjadi di depan Kantor Bupati Bulukumba, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Ujung Bulu, Senin 14 Juni 2021.

Menurut Andi Ayatullah, saat terjadi unjuk rasa, Bupati Bulukumba sedang mengikuti kegiatan video conference (vicon) terkait pembekalan kepala daerah, sebagai bupati baru dengan Kemendagri. Mendengar adanya aksi unjuk rasa. Andi Muhtar pun kemudian meminta izin kepada pihak penyelenggara untuk menemui para pengunjuk rasa.

“Di halaman parkirnya menyuruh pendemo untuk masuk melakukan dialog. Tapi pendemo ini tidak mengindahkan ajakan bupati malah terus teriak di luar, menyampaikan aspirasi dan membakar ban,” kata Ayatullah kepada wartawan.

Karena menganggap pengunjuk rasa sudah tidak punya itikad baik, Andi Muhtar langsung keluar dan menendang ban bekas yang ingin dibakar para demonstran.

“Dia (Bupati Bulukumba) keluar ke halaman pagar dan melihat ban yang mau dibakar. Dia tendang saja karena dia menganggap teman-teman pendemo sudah tidak punya itikad baik,” jelas Ayatullah.

Leave a Reply

  • (not be published)