Andi Arfiany Madjeppu (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)

BULUKUMBA – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf hingga kini ternyata tidak menerima gaji serta tunjangan layaknya pejabat yang memimpin sebuah kabupaten sejak pertama kali terpilih pada 26 Februari 2021 lalu.

Ketua Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Bulukumba, Andi Arfiany Madjeppu mengungkapkan alasan bupati tidak menerima gaji karena selama empat bulan ini, Andi Muchtar menyumbangkan seluruh gajinya ke masyarakat Bulukumba.

“Seluruh gaji diberikan buat imam masjid dan guru ngaji di Kabupaten Bulukumba,” ungkap wanita yang akrab disapa Andi Fiany ini kepada The Editor, Minggu (27/6).

Sebagai langkah awal pembangunan di Bulukumba, lanjutnya, Andi Muchtar juga diketahui mengundang beberapa profesor ke kantor dinasnya untuk berbincang tentang keunggulan kabupaten ini.

Ia juga mengungkapkan kehebatan Andi Muchtar dalam menangani pandemi corona selama enam bulan terakhir. Daerah ini menjadi salah satu kabupaten dengan penyebaran covid-19 terendah di Indonesia.

Terkait banjir, lanjutnya, masa kepemimpinan Andi Muchtar yang masuk di era musim hujan ternyata mampu menyesuaikan diri dan langsung turun ke lapangan untuk menyelesaikan keluhan warga.

“Rutinitasnya adalah turun langsung ke warga saat musim hujan dan membentuk tim pengendali banjir (TPB),” jelasnya.

Saat blusukan memantau banjir, kata Andi Fiany, bupati Bulukumba menjadikan target pembersihan kanal dan membangun saluran air untuk mengurangi dampak banjir di Bulukumba. Menurutnya, eksekusi cepat dalam penanganan banjir yang dilakukan Andi Muchtar sebagai bentuk realisasi 100 hari pemerintahannya patut diapresiasi karena model pemerintahan semacam ini belum pernah ada di Bulukumba.

Leave a Reply

  • (not be published)