THAILAND – 80 kilometer dari ibukota Thailand terdapat kawasan wisata yang menyimpan sebuah situs yang sangat penting dan terkenal di dunia yakni patung kepala Buddha terlilit batang pohon.

Patung kepala Buddha terlilit pohon di Thailand (Fotografer : Elitha Evinora Tarigan)

Situs tersebut tersimpan di Candi Wat Phra Mahathat yang berjarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Bangkok.

Dibawah terik matahari, turis terlihat antri hanya untuk berfoto dengan patung itu.

Kepala Buddha tersebut terlihat sangat ramah dan lilitan batang pohon di bagian lehernya membuat seolah Buddha tengah menikmati kehangatan tidur sambil menyandarkan pipinya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga tak ingin kalah. Mereka ikut antri hanya untuk mendapat kesempatan berfoto dengan patung tersebut.

Departemen Kesenian Thailand mencatat bahwa puluhan patung di Candi Wat Phra Mahathat hancur saat Myanmar menguasai Ayutthaya.

Dulunya seorang pencuri meletakkan patung kepala Buddha tersebut disana tapi tidak pernah kembali untuk mengambilnya. Harus diketahui bahwa masyarakat Thailand tidak terbiasa meletakkan patung di tanah.

Seiring waktu lilitan batang pohon tersebut menyesuaikan diri dengan bentuk dan ukuran patung tersebut.

Sedikit tidak masuk akal memang tapi seiring waktu ternyata pohon yang melubangi diri untuk menopang kepala Buddha agar tidak jatuh ke tanah itu memang sangat mempesona untuk dilihat.

Dari cerita yang berkembang patung tersebut berasal dari abad ke-18.

Di jamannya seluruh patung Buddha memiliki batangan emas yang disimpan di dalam lehernya.

Hal tersebut yang memicu pencurian dan penghancuran kepala Buddha diseluruh kawasan Asia khususnya Thailand dan negara sekitarnya.

Sementara itu bagi orang Eropa dan Amerika keberadaan patung Buddha justru berbeda. Kepala Buddha yang tidak dipakai diterbangkan ke negeri mereka untuk dijadikan sebagai hiasan.

Tak hanya patung kepala Buddha, situs lain khas kota Thailand juga bisa ditemukan di candi ini.

Batu bata yang jadi penopang bangunan candi terlihat hanya tinggal reruntuhan saja.

Yang tersisa dan masih utuh adalah sebuah patung Buddha berukuran raksasa yang tengah duduk sambil bermeditasi.

Pengunjung diberi petunjuk yang minim tentang sejarah candi tersebut.

Pemerintah Thailand untuk urusan pariwisata memang jempolan. Moda transportasi menuju daerah ini dipersiapkan dengan matang dengan harga yang cukup terjangkau apalagi untuk wisatawan Asia.

Situs candi juga tidak dipugar modern artinya pengunjung diminta memiliki kesadaran tinggi untuk tidak menyentuh.

Harus diingat bahwa umumnya candi di kawasan situs budaya masih digunakan sebagai tempat berdoa atau pemujaan.

Bila lelah anda juga bisa menikmati kelapa muda atau sekedar membeli souvenir yang harganya juga ramah di kantong.

Leave a Reply

  • (not be published)