Ilustrasi kejatuhan Yerusalem (Sumber: JW.ORG)

JAKARTA – Yeremia adalah sorang nabi yang sangat penting karena dipakai untuk menyampaikan pesan Ilahi kepada bangsa Yehuda agar berhenti berbuat jahat. Berkali-kali Yeremia menunjukkan keada para Imam di Yerusalem saat itu bagaimana Yerusalem akan hancur bila bangsa Yehuda tidak bertobat, namun Yeremia justru diejek, disakiti dan bahkan sempat dibenamkan ke dalam sumur berlumpur.

Pada mulanya beberapa orang dibiarkan tinggal di negeri Israel. Raja Nebukhadnezar menempatkan seorang Yahudi bernama Gedalya untuk mengawasi orang-orang ini. Tetapi beberapa orang Israel membunuh Gedalya. Sekarang orang-orang ini ketakutan kalau-kalau orang Babel datang dan membinasakan mereka semua karena kejadian yang buruk ini. Maka mereka memaksa Yeremia ikut bersama mereka, dan mereka melarikan diri ke Mesir.

JW.ORG mencatat bahwa Nebukhadnezar raja Babilon menguasai banyak bangsa. Saat pertama kali menyerang Yerusalem, dia menangkap Raja Yehoyakhin, juga pejabat, prajurit, dan perajin, lalu membawa mereka ke Babilon. Dia juga mengambil semua barang berharga di bait Yehuwa. Lalu, dia memilih Zedekia sebagai raja Yehuda.

Awalnya, Zedekia taat kepada Nebukhadnezar. Tapi, bangsa-bangsa di dekat situ dan nabi-nabi palsu menyarankan Zedekia untuk memberontak terhadap Babilon. Yeremia memperingatkan Ia bahwa bila memberontak, di Yehuda akan ada pembunuhan, kelaparan dan penyakit.

Setelah delapan tahun memerintah, Zedekia memberontak terhadap Babilon. Dia minta tolong kepada pasukan Mesir. Nebukhadnezar pun mengirim pasukan untuk menyerang Yerusalem dan mereka berkemah di sekeliling kota itu.

Yeremia berkata kepada Zedekia bahwa Yehuwa mengimbaunya agar menyerah pada Babilon. Bila hal tersebut dilakukan maka Zedekia dan Yerusalem akan selamat. Bila tetap memberontak maka orang Babilon akan membakar habis Yerusalem dan memasukkannya ke dalam penjara.

Saran Yeremia ini memang sangat kontroversial karena justru meminta agar tunduk kepada Babilonia. Namun Yeremia sudah mendapat wahyu dari Sang Ilahi bahwa kejatuhan Yerusalem dan bangsa Yehuda akan berlangsung selama 70 tahun. Dan selama masa itu belum terlewati maka tidak ada yang bisa dilakukan.

Saran Yeremia pun ditolak oleh Zedekia. Ia tetap bertahan dan tidak mau menyerah kepada Raja Nebukhadnezar.

Satu setengah tahun kemudian, pasukan Babilon mendobrak tembok Yerusalem dan masuk ke kota itu lalu membakarnya. Mereka membakar bait, membunuh banyak orang dan menangkap ribuan orang.

Zedekia melarikan diri dari Yerusalem, tapi orang Babilon mengejarnya. Mereka menangkap Zedekia di dekat Yerikho dan membawanya kepada Nebukhadnezar. Anak-anaknya dibunuh di depannya. Lalu, Nebukhadnezar membuat Zedekia buta dan memasukkannya ke penjara. Belakangan, Zedekia mati di dalam penjara.

Nebukhadnezar Membawa Orang Israel Yang Paling Terpelajar Sebagai Budak

10 tahun lebih sejak Raja Nebukhadnezar membawa semua orang Israel yang paling terpelajar ke Babel (Babilonia). Orang-orang tersebut adalah Yehezkiel, Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Mereka semua ini adalah penyembah Allah Yehuwa sebagaimana dalam perjanjian yang telah dibuat oleh nenek moyang mereka, Musa.

Pada waktu Yehezkiel berada di Babel, Ia mendapat wahyu melihat kejahatan-kejahatan yang berlangsung di Yerusalem di bait itu secara ajaib. Yang Ia lihat adalah orang-orang yang menggambar ular dan binatang-binatang lain di tembok-tembok bait Yerusalem yang seharusnya dipakai untuk menyembah Allah Yehuwa.

Yehezkiel pun menuliskan segala hal yang Ia lihat di Yerusalem yang sangat jauh lokasinya dari Babel, tempat Ia berada saat itu.

Alkitab mencatat semua tulisan Yehezkiel. Termasuk suara Allah Yehuwa yang merasa jijik melihat perilaku orang Israel saat itu. Dalam tulisannya, Ia juga dapat melihat perilaku 70 pemimpin Israel yang beribadat kepada ilah-ilah palsu. Bahkan suara para pemimpin ini yang berbicara satu sama lain juga terdengar, katanya Allah Yehuwa sudah keluar dari Yerusalem jadi Allah Yehuwa tidak akan melihat mereka yang tengah beribadat kepada dewa-dewa.

Perilaku lain orang Israel dalam penglihatan Yehezkiel sebagaimana tertulis dalam Alkitab adalah beberapa wanita di pintu utara bait yang tengah duduk dan menyembah dewa palsu Tamus. Sementara itu, 25 orang pria yang masuk lewat pintu bait justru membungkuk ke sebelah timur menyembah dewa matahari.

Tembok Yerusalem Terbakar

Baru kira-kira tiga tahun setelah penglihatan tersebut, orang Israel mulai memberontak melawan Raja Nebukhadnezar. Maka Nebukhadnezar maju melawan mereka. Setelah satu setengah tahun orang-orang Babel menerobos tembok Yerusalem dan membakar kota itu sampai rata dengan tanah. Kebanyakan rakyat dibunuh atau dibawa sebagai budak ke Babel.

Mengapa Yehuwa membiarkan kebinasaan yang mengerikan ini terjadi atas orang Israel? Ya, sebab mereka tidak mau mendengarkan Yehuwa dan tidak mau mentaati hukum-hukumNya. Jelaslah dari sini bahwa memang penting sekali bagi kita untuk selalu melakukan apa yang Allah katakan.

Pada mulanya beberapa orang dibiarkan tinggal di negeri Israel. Raja Nebukhadnezar menempatkan seorang Yahudi bernama Gedalya untuk mengawasi orang-orang ini. Tetapi beberapa orang Israel membunuh Gedalya. Sekarang orang-orang ini ketakutan kalau-kalau orang Babel datang dan membinasakan mereka semua karena kejadian yang buruk ini. Maka mereka memaksa Yeremia ikut bersama mereka, dan mereka melarikan diri ke Mesir.

Maka tidak ada lagi satu orang pun yang tinggal di negeri Israel. Selama 70 tahun tidak ada orang yang tinggal di negeri itu. Sama sekali kosong. Namun, sebelum kejatuhannya, Yeremia telah mencatat bahwa Yerusalem akan bangkit 70 tahun setelah masa penghancuran berlalu.

Dengan kata lain, sebelum dihancurkan dan dibangun kembali, bangsa Yehuda sudah mendapatkan peringatan lewat orag-orang pilihan Allah Yehuwa untuk menyampaikan pesan. Pesannya hanya satu, yakni agar mereka berhenti melakukan kejahatan. Seandainya mereka lakukan maka penghancuran atas bangsa Yehuda dan Yerusalem tidak akan pernah terjadi.

Leave a Reply

  • (not be published)