Knorr

Seorang pria memegang sebotol “Zigeuner” yang berarti saus gipsi dari pabrikan Knorr di tangannya di Berlin, Jerman. Knorr akan mengubah nama dari Zigeuersauce menjadi Paprika Sauce Hungarian Style. Jerman Bild am Sonntag melaporkan pada hari Minggu (16/8). (Hauke-Christian Dittrich/dpa via AP)

BERLIN – Salah satu perusahaan makanan paling terkenal di Jerman mengatakan akan mengganti nama saus pedas populer dari perusahaan mereka karena mengandung makna konotasi rasis.

AP melaporkan bahwa perusahaan makanan Knorr akan mengubah nama “Zigeuersauce,” atau “saus gipsi” menjadi “Saus Paprika Gaya Hongaria,” sebagaimana dirilis dalam mingguan Jerman Bild am Sonntag pada Minggu (16/8).

“Karena ‘saus gipsi’ dapat diartikan secara negatif, kami memutuskan untuk memberikan nama baru pada saus Knorr kami,” kata Unilever, grup barang konsumen internasional yang memiliki Knorr. Unilever sendiri belum bisa dihubungi secara independen untuk dimintai keterangan pada Minggu ini.

Dilaporkan juga bahwa saus pedas yang populer di kalangan rumah tangga Jerman ini akan muncul dengan nama baru di supermarket di seluruh negeri dalam beberapa minggu ini.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Jerman, kelompok hak sipil telah bertahun-tahun menyerukan penggantian nama merek saus ini. Di tahun 2013 Unilever sempat menolak permintaan tersebut.

Penggantian nama merek saus ini terjadi karena perdebatan internasional yang terjadi baru-baru ini tentang rasisme. Di Amerika Serikat contohnya, dimana perusahaan nasional besar juga mengganti nama merek tradisional mereka sebagai tanggapan atas kekhawatiran tentang stereotip rasial.

“Zigeuner” adalah sebuah ungkapan berbahasa Jerman yang artinya merendahkan untuk kelompok minoritas Roma dan Sinti yang telah tinggal di banyak negara Eropa selama berabad-abad. Roma dan Sinti masih didiskriminasi di Eropa. Mereka seringkali hidup di bawah garis kemiskinan dan terpinggirkan tanpa akses yang sama ke pendidikan, pekerjaan, atau kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup.

Istilah “Zigeunersauce” telah digunakan sebuah perusahaan di Jerman selama lebih dari 100 tahun. Nama ini dipakai untuk sebuah merek saus pedas tomat yang diisi potongan kecil paprika, bawang, cuka, dan rempah-rempah.

Hidangan populer dengan saus yang sering disajikan di restoran tradisional Jerman disebut “Zigeunerschnitzel”, atau “gypsy schnitzel”. Meski dikritik, nama itu juga masih digunakan di banyak menu di seluruh Jerman hingga saat ini.

Organisasi Roma dan Sinti di Jerman telah lama meminta agar istilah Zigeunerschnitzel dihapuskan.

“Sangat bagus karena akhirnya Knorr menanggapi keluhan dari banyak orang,” kata Romani Rose kepada Bild am Sonntag.

Meski diubah, Ia khawatir akan timbul persoalan lain di Jerman, yakni munculnya rasisme terhadap minoritas yang meminta perubahan nama ini di Jerman.

Dalam catatannya Ia sering mendengar beberapa penggemar sepak bola di Jerman meneriakkan kata “Zigeuner” atau “Jude” – Yahudi – untuk menghina pemain atau penggemar tim lawan selama pertandingan.

Leave a Reply

  • (not be published)