Kafe Eluk tampak dari luar (Foto: Tommy Gabriel/ THE EDITOR)

TANAH KARO – Sebutan ini tidak terlalu berlebihan karena beberapa kali berkunjung ke beberapa kafe di kabupaten ini, The Editor kerap menemukan toilet kafe yang jorok dan tidak diperhatikan.

Kafe Eluk yang berada di Desa Sukadame yang berada di Jalan Pematang Siantar Merek, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo ini ternyata menyajikan pemandangan yang berbeda. Sejak awal berdiri sekitar enam bulan yang lalu, kafe ini menerapkan standar sanitasi yang tinggi.

Sebelum masuk ke dalam kafe, pengunjung diminta terlebih dahulu untuk mencuci tangan mereka. Meski tidak mengukur suhu tubuh pengunjung, pemilik kafe menerapkan aturan menjaga jarak sekitar 1,5 meter antar satu meja ke meja yang lain.

Lantai dan meja kafe ini juga bersih sehingga terasa nyaman saat duduk berlama-lama sambil minum kopi Karo. Kursi kafe ini dibuat tanpa sandaran, proses pembuatannya dilakukan di bagian belakang kafe.

Toilet Kafe Eluk tak kalah bersihnya. Letaknya terpisah dengan gedung kafe. Toilet model begini rata ditemukan diseluruh tempat wisata di Kabupaten Karo.

Meski menggunakan model toilet jongkok, tapi lantainya sangat bersih. Bak penampung air juga bersih dan tidak ada bau pesing sama sekali. Padahal tidak ada pewangi ruangan di dalam toilet.

Mengapa Fasilitas Toilet Di Tanah Karo Dipertanyakan?

Dua unit toilet milik Kafe Eluk (Foto: Tommy Gabriel/ THE EDITOR)

Beberapa kawasan wisata modern di Tanah Karo ternyata tidak menyediakan fasilitas pendukung toilet yang berstandar tinggi. Misalnya Kafe Zia di kawasan wisata Siosar, Kafe Tiga yang berada di Kota Kabanjahe, Kafe Emisura di Siosar, Kafe Karo Bika di Kabanjahe, Big Big Kafe di Kabanjahe.

Selain itu juga ada Kafe Juma, dan bahkan Gundaling Farm Resto yang menyajikan suguhan internasional di Bali tidak mampu menjaga kebersihan toilet sebagaimana aturan seharusnya.

Kafe Zia misalnya, berada di kawasan wisata Siosar, kafe ini di masa depan akan jadi sebuah resort yang menyediakan pemandangan alam yang indah. Namun di tengah proses pembangunan, pemilik dan pengelola resort hanya menyediakan kafe tanpa fasilitas toilet yang memadai.

Pengunjung kafe ini sangat banyak namun toiletnya masih perlu mendapat perhatian yang sangat serius.

Tanah Karo masih harus mengejar ketertinggalan akan pemenuhan area wisata dengan sanitasi yang tinggi. Salah satu caranya adalah dengan menyediakan fasilitas toilet umum yang memadai dan layak.

Masyarakat Tanah Karo juga perlu berperan aktif dengan merawat fasilitas toilet umum yang disediakan oleh swasta dan pemerintah. Dengan cara ini warga Karo bisa terbebas dari dampak kesehatan akibat toilet yang kotor dan tidak layak.

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 432.000 kematian terjadi akibat diare setiap tahun di dunia. Halo Sehat merilis bahwa Indonesia berencana mencapai target bebas sanitasi buruk di tahun 2019 lalu. Sayangnya cita-cita ini masih jauh panggang dari api mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan akses terhadap toilet bersih.

Dampak Kesehatan Akibat Toilet Kotor

1. Deman Tifoid

Orang yang tidak memiliki akses terhadap air bersih sangat rentan terinfeksi penyakit ini karena penyakit ini menular lewat air yang terkontaminasi feses.

2. Disentri

Penyakit ini menular dengan cara yang sama dengan demam tifoid. Bisa dicegah degan cara selalu mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet.

3. Hepatitis A

Penyakit ini muncul dari toilet yang kotor. Menular dari makanan dan minuman yang tidak steril, namun bisa sembuh dengan sendirinya. Hepatitis A biasanya memicu gejala penyakit lainnya seperti mual, muntah dan kulit yang kekuningan.

4. Kolera

Kolera menular melalui air yang terkontaminasi oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Tanpa penanganan yang benar, kolera dapat mengakibatkan dehidrasi parah hingga kematian.

Leave a Reply

  • (not be published)