Jalan raya di salah satu sudut Kota Burgos, Spanyol (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

PORTUGAL – Mendarat di Lisbon, Portugal, hari saat itu masih pagi. Penerbangan dari Jakarta, Indonesia yang memakan waktu lebih kurang 15 jam (tidak termasuk transit di Dubai tentunya) dengan Emirates jadi momen yang cukup menjemukan. Terutama bagi mereka yang tidak suka terbang dengan jadwal terbang malam hari.

Setibanya di Bandara Internasional Lisbon, pemandangan yang sangat tidak umum hadir di depan mata. Bandara yang kosong di siang hari juga jadi pertanyaan yang cukup menggelitik untuk diketahui. Di musim gugur ternyata tidak banyak turis yang berlibur ke salah satu kota yang paling kaya di Eropa ini.

Saatnya Menjajal Jalanan Kota Lisbon

Jalan raya kota Lisbon sangat lebar dengan permukaan yang sempura sangat terasa saat kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi atau sedang. Pemandangan yang luar biasa seperti perkebunan zaitun dan pohon anggur dapat dilihat disepanjang kanan dan kiri jalan.

Pemerintah Lisbon terlihat sangat memperhatikan tiap detail bangunan jalan raya agar nyaman dilalui oleh warganya. Rute panjang tak berkelok yang umumnya membuat jemu pengemudi dan penumpang tak terasa saat berkendara disini karena roda kendaraan berputar sempurna saat beradu dengan jalan raya yang mulus.

Sekedar informasi, Forum Ekonomi Dunia dalam Laporan Daya Saing Globalnya untuk 2014-2015 menobatkan infrastruktur jalan raya di Portugal adalah yang terbaik di Eropa dan nomor 2 yang terbaik di dunia. Sementara di tahun 2017-2018 forum yang sama menobatkan jalan raya di Portugal nomor 8 terbaik se-dunia. Namun demikian, semua data ini diperoleh tidak lebih dari survei opini dari para eksekutif bisnis terpilih.

Nah, untuk mengetahui hal ini tentunya perlu survei dengan mencoba jalanan di sepanjang negara-negara di Eropa. Dan The Editor pun melanjutkan perjalanan menuju Spanyol, Prancis, Monako dan berakhir di Roma, Italia.

Kondisi jalan raya di Spanyol masih tergolong sama dengan Portugis. Hal yang sama juga terjadi di Monako. Namun, saat masuk ke kawasan kota-kota di Italia, situasi mulai berubah. Rasa tidak nyaman mulai terasa dimana bebatuan kecil dan jalanan yang bergelombang mulai merusak kenyamanan berkendara.

Jalan raya rusak dan berbatu di kota-kota negara Italia bahkan terlihat hingga ke daerah tujuan wisata. Menara Pisa misalnya, daerah tujuan wisata yang sangat terkenal ini bahkan sangat kotor dengan jalan berlobang di beberapa titik dan sampah yang bertebaran dimana-mana.

Hal yang sama juga berlaku di pusat kota Roma. Jalanan berbatu dan tingkah pengendara yang ugal-ugalan sangat umum ditemukan di salah satu kota terkenal di dunia ini. Selain itu, jalan raya di Italia juga tidak menyajikan pemandangan yang menarik di sepanjang kiri ataupun kanan jalan.

Leave a Reply

  • (not be published)