Mangga Tongging yang dijual di Pasar Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

JAKARTA – Kampung hortikultura adalah satu dari sekian rancangan pembangunan yang tengah digencarkan oleh Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian untuk menghentikan gempuran sayur dan buah-buahan impor.

Direktur Perlindungan Hortikultura Inti Pertiwi Nashwari mengatakan bahwa program Kampung Hortikultura ini nantinya akan membangun peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan lewat pariwisata dan pendidikan.

“Jadi kita akan bangun agro edu wisata yang terkonsentrasi dan berskala ekonomi,” ungkap Inti dalam acara webdinar bimbingan teknis pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) ramah lingkungan melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Selasa (6/7) siang.

Ada tiga kategori yang ditentukan oleh pemerintah untuk membangun Kampung hortikultura, diantaranya; Kampung yang dipilih harus sesuai dengan agro ekosistem buah dan sayuran yang ditanam, masyarakat harus semangat menjalankan program ini karena mereka yang akan melaksanakan.

“Dan terakhir Pemda harus memberi dukungan maka pengembangan kampung hortikultura ini akan sesuai dengan yang diharapkan.

Untuk menggedor daya saing produk hortikultura yang ramah lingkungan asal Indonesia, Inti mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan kawasan hama terpadu dengan menyediakan bahan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan ramah lingkungan, menyiapkan perangkap anti hama seperti likat kuning dan feromon dan melakukan konservasi musuh alami tumbuhan.

Gedor ramah lingkungan ini juga dilakukan dengan mengembangkan pertanian organik, penurunan gas rumah kaca dan mendukung gerakan tiga kali ekspor.

Leave a Reply

  • (not be published)