Tidakkah Instagram membuat semua wajah orang terlihat sama? (Foto: Darren Robb/Getty Images/ THE EDITOR)

AMERIKA SERIKAT – Sosial media seperti Youtube dan Instagram adalah platform terburuk yang pernah terjadi pada industri kecantikan. Demikian dikatakan oleh Penata Rias Selebriti Pati Dubroff saat ditanyai pendapatnya tentang kemunculan make up artist karbitan di Instagram yang memanipulasi hasil tata rias wajahnya dengan filter.

“Beberapa hari yang lalu (penata rias dan Youtuber) Lisa Eldridge memposting video yang menyebut media sosial sebagai hal terbaik yang pernah terjadi pada kecantikan. Saya melihat itu dan berkata, ‘Ugh !!‘ Di satu sisi, media sosial telah memberikan suara yang lebih luas dan lebih besar kepada para profesional kecantikan. Namun sayangnya, hal itu juga memberikan suara yang besar bagi penggemar kecantikan non-profesional yang mengaku sebagai profesional,” ujar Pati kepada The Cut.

Manipulasi demikian, lanjut Pati, adalah sebuah bentuk pembohongan publik karena hasil aslinya tidak sama dengan yang mereka publikasikan di dunia maya seperti Instagram. Ia mengingatkan para make up artist dadakan yang sengaja ingin populer tanpa usaha diseluruh belahan dunia bahwa penata rias profesional dapat mengenali estetika wajah setiap orang yang diunggah di sosial media.

Jadi, bila ada orang yang mengatakan diri mereka make up artist profesional tanpa pernah melalui pendidikan yang seharusnya, maka dipastikan mereka tengah berbohong. Karena seorang penata rias profesional tidak akan ikut tren make up yang tengah yang populer di Instagram. Alasannya karena setiap individu itu unik. Jadi tidak bisa mengaplikasikan jenis alis yang sama kepada setiap orang.

Ia mengatakan bahwa saat ini banyak penata rias profesional mulai menunjukkan hasil karya mereka di Instagram. Sayangnya, banyak anak muda yang tidak mengenal karya mereka. Jadi saat seorang Naomi Giannopoulos yang tidak dikenal di dunia tata rias lebih dipuja di media sosial ketimbang seorang McGrath yang memposting foto model Stella Maxwell, justru membuat dunia heran dan bengong. Padahal wajah yang mereka tunjukkan di media sosial tersebut adalah palsu karena penuh editan.

Namun, Pati juga memahami bila para influencer ini juga memberikan efek positif pada industri produk-produk kecantikan. Ia mengapresiasi kolaborasi antara Becca Cosmetics dengan make up artist Youtuber dan Instagram Jaclyn Hill. WWD melaporkan bila produk champagne pop miliknya berhasil terjual sebanyak 25.000 unit hanya dalam waktu 20 menit dan palet champagne pop kedua juga berhasil terjual sebanyak 20.000 dalam waktu 90 menit.

Penata Rias Selebriti Nick Barose juga mengatakan hal yang sama. Patokan Instagram yang cenderung hanya ke Kim Kardashian membuat semua wajah dan bibir orang-orang di Instagram sama. Ratusan tutorial yang tersebar di Instagram tentang cara berdandan seperti Kim akhirnya membuat semua setuju patokan kecantikan adalah Dia. Dan semua orang akhirnya tergila-gila pada gaya hidup Kim dan tata riasnya.

“Tentu saja, Kardashian adalah salah satu wanita paling terkenal di dunia, belum lagi kecantikannya yang ideal. (Seperti yang ditulis Tina Fey di Bossypants, dia terlihat seperti “dibuat oleh ilmuwan Rusia untuk menyabotase atlet kita.”) Seandainya Instagram ada saat Friends berada di puncaknya, Instagram akan dibanjiri dengan gambar rambut “Rachel”. Namun, yang membuat Kim sangat cocok untuk aplikasi ini bukan hanya tingkat selebritasnya. Ini adalah fakta bahwa dia mempersiapkan wajahnya dengan ketelitian seseorang yang tahu dia akan difoto oleh TV Fashion E!, Kru kamera dan paparazzi sepanjang hari,” jelasnya.

Dengan kata lain, lanjut Nick, riasan yang dikenalkan oleh Instagram adalah riasan yang tidak bisa dipakai sehari-hari di dunia nyata setiap orang yang menontonnya. Dan, Nick juga meyakini bahwa riasan Instagram tidak akan pernah berhasil karena tidak memiliki dasar pendidikan sebagaimana yang harus dilalui para tata rias profesional.

Kata Nick, Ia tidak akan pernah memberikan kontur yang terlalu banyak ke wajah seseorang karena akan membuat orang itu tidak bisa dikenali. Nick mengaku tidak ingin memberikan wajah baru kepada klien yang Ia tangani. Karena seorang penata rias tidak bisa mengendalikan sudut pandang orang lain atas klien tersebut. Yang muncul justru orang akan mulai membandingkan wajahnya sebelum di make dan dan setelahnya.

Leave a Reply

  • (not be published)