BUDAPEST – Kali ini, The Editor akan mengajak anda menikmati pemandangan Jembatan Rantai Szechenyi dengan latar belakang Istana Buda dan Sungai Danube sembari naik kapal pesiar di malam hari. Inilah Budapest, salah satu kota dengan budaya dan sejarah tertua di dunia.

Fotografer : Elitha Evinora Tarigan

Pemandangan spektakuler seperti ini dapat anda temui saat berkunjung ke Budapest, Hungaria di malam hari. Banyak cafe dan restoran yang menawarkan pemandangan serupa di sepanjang aliran Sungai Danube. Tinggal memilih sudut  mana yang diinginkan.

Tahukah anda, Jembatan Szechenyi menghubungkan Buda dan Pest. Budapest sendiri merupakan persatuan dari tiga kota utama di Hungaria, yaitu Kota Buda, Kota Pest dan Kota Obuda. Kota Buda dan Kota Pest disatukan bersama dengan Kota Obuda pada tahun 1873.

Kota Buda adalah bagian kota tempat dimana Istana Buda berada serta bangunan tua bersejarah. Kontur kota ini berbukit -bukti dengan suguhan pemandangan yang spektakuler. Sementara Kota Pest adalah kota modern yang diisi berbagai macam bangunan modern dan hotel mewah, kebalikan dari Kota Buda.

Jembatan Rantai Szechenyi adalah jembatan pertama dibangun secara permanen diatas Sungai Danube. Pembangunan jembatan ini membutuhkan waktu yang sangat lama, donatur sekaligus pencetus ide untuk membangun jembatan ini Count Istvan Szechenyi membutuhkan waktu selama 50 tahun untuk menemukan modal pembangunannya. Ia meminta seorang insinyur asal Inggris dan Skotlandia, William Clark dan Adam Clark untuk merekonstruksi dan mendesain jembatan ini.

Pengalaman tak terlupakan dapat dirasakan saat berjalan di tengah Jembatan Rantai Szechenyi. Tulang besi yang menyangga jembatan sesekali berdecit dan mengeluarkan suara menyeramkan pertanda bobot kendaraan yang melintas secara bersamaan sangat berat. Badan jembatan juga bergoyang saat anda melintas disini, disediakan area pejalan kaki yang tingginya lebih rendah dari jalan utama yang dilalui kendaraan.

Saya sempat merasakan pusing saat jembatan bergoyang karena banyaknya kendaraan yang melaju dengan cepat diatas jembatan. Sembari berpegangan ke tali tembaga yang mengikat jembatan, saya mendongak untuk melihat mobil lalu lalang di jembatan yang tingginya hanya dua jengkal dari atas kepala saya. Debu beterbangan ke wajah saya saat salah satu mobil lewat dengan kecepatan tinggi.

Meski hanya jembatan tapi jangan salah, jalan bolak balik disini cukup melelahkan lho. Panjang jembatan adalah 375 meter dengan lebar 16 meter. Selain itu terdapat dua patung singa yang tengah istirahat di masing-masing sudut jembatan.

Dari sejarahnya keempat patung singa ini tidak memiliki lidah karena pematungnya lupa memahatnya. Seorang anak kecil yang mengetahui hal ini saat acara pembukaan membuat si pemahat sangat stres dan memilih loncat ke Sungai Danube.

Setiap tanggal 20 Agustus pemerintah Kota Budapest secara khusus merayakan acara Santo Stevanus dan mengizinkan jembatan dibuka untuk umum dan masyarakat diizinkan menikmati festival kembang api dari atas jembatan.

Leave a Reply

  • (not be published)