Foto: JW.ORG

DUNIA – Alkitab adalah buku sejarah dunia yang telah diteliti kebenarannya selama ribuan tahun. Berbagai nubuat manusia yang dipercaya oleh Tuhan menyampaikan berbagai pesan yang akan terjadi di seluruh bumi.

Kejatuhan Yerusalem menjadi akhir pemerintahan manusia yang pernah diberkati oleh Tuhan. JW.ORG menuliskan bahwa setiap raja-raja yang memerintah Yerusalem dan dunia selalu mendapat berkat sebelum diangkat menjadi raja. Dengan kata lain, tidak ada raja-raja yang tertera dalam Alkitab yang tidak diberkati oleh Tuhan. Dan berkat itu ditunjukkan dengan nabi-nabi yang bernubuat atas pengangkatan seorang raja.

Namun, selain memberkati, Tuhan lewat nabi yang Ia pilih juga mengumumkan kepada dunia bahwa pemerintahan yang Ia pilih akan segera berakhir. Dan pengumuman ini disampaikan kepada Nabi Daniel yang hidup 500 tahun sebelum Yesus lahir. Alkitab mencatat buku-buku tulisan Nabi Daniel dimulai sejak tahun 618 sewaktu Raja Nebukhadnezar dari Babilon datang dan mengepung kota Yerusalem.

Buku Daniel ditulis saat Ia berstatus sebagai tawanan Raja Nebukhadnezar. Meski berstatus tawanan, Daniel yang dibawa ke Babilonia dari Yerusalem saat berusia belasan tahun adalah seorang anak yang cerdas dan berpengetahuan. Saat menginvasi Yerusalem, Raja Nebukhadnezar membawa beberapa putra dan putri asal Yerusalem ke negaranya. Disana mereka dijadikan sebagai orang-orang kepercayaan raja sesuai dengan bakat mereka.

Daniel beserta tiga sahabatnya bernama Syadrakh, Mesyakh, dan Abednego tinggal di istana raja untuk mengikuti pelatihan tentang kehidupan istana selama tiga tahun.

Sekitar delapan tahun kemudian, Raja Nebukhadnezar mendapat mimpi yang misterius. Raja Nebukhadnezar dalam mimpinya melihat sebatang pohon raksasa yang ditebang. Tunggulnya tidak dapat tumbuh karena diikat dengan besi dan tembaga. Dan sesaat kemudian terdengar suara malaikat berseru, “Biarlah tujuh masa berlalu atasnya,”.

Apa artinya pohon itu ditebang?

Ditebangnya pohon itu berarti pemerintahan Allah di bumi berhenti untuk sementara, sama seperti yang terjadi atas kekuasaan Nebukhadnezar sebagai raja. Dalam Alkitab, pohon kadang-kadang digunakan untuk melambangkan pemerintahan. Pemerintahan Allah di bumi terhenti ketika Nebukhadnezar menghancurkan Yerusalem, tempat raja-raja Israel duduk di ”takhta Allah” sebagai wakil Allah

Tetapi, penglihatan itu memberitahukan bahwa ’penginjak-injakan Yerusalem’ hanya berlangsung sementara​—selama suatu periode ”tujuh masa”.

Berapa lamakah periode tujuh masa itu?

Periode tujuh masa mulai dihitung pada bulan Oktober 607 SM, sewaktu Yerusalem dibinasakan oleh orang Babilonia seperti yang Alkitab nubuatkan. Alkitab menunjukkan bahwa tiga setengah masa sama dengan 1.260 hari. Jadi, tujuh masa artinya 1.260 hari dikali 2, jumlahnya adalah 2.520 hari. Nah, aturan 1 hari dalam Alkitab merunut pada waktu 1 tahun. Jadi, 2.520 hari melambangkan 2.520 tahun. Maka, bila dihitung, maka tujuh masa berakhir pada bulan Oktober 1914.

Kesimpulannya adalah, di bulan Oktober 1914 Kerajaan Allah berdiri d surga. Kerajaan ini bahkan belum ada sewaktu Yesus melayani di bumi. Di akhir tahun 1800-an, beberapa orang mulai dengan sungguh-sungguh memeriksa hal ini dan nubuat-nubuat lainnya dalam Alkitab. Mereka akhirnya mengerti bahwa tujuh masa itu akan berakhir tahun 1914. Mereka semakin yakin karena ada banyak peristiwa di dunia yang membuktikan bahwa Kerajaan Allah memang mulai memerintah di surga tahun 1914. Pada tahun itulah hari-hari terakhir atau zaman akhir dimulai.

Apa saja yang dinubuatkan Alkitab di hari-hari terakhir (tahun 1914)?

1. Perang di berbagai tempat dituliskan Alkitab dalam Injil Matius Pasal 24:7 dan Penyingkapan (Wahyu) Pasal 6:4.

2. Kelaparan dituliskan dalam Injil Matius Pasal 24:7 dan Penyingkapan Pasal 6:5 dan ayat 6.

3. Gempa bumi yang dahsyat dituliskan dalam Injil Lukas Pasal 21:11.

4. Wabah penyakit atau sampar dituliskan dalam Injil Lukas Pasal 21:11.

5. Kejahatan semakin sering terjadi dituliskan dalam Injil Matius Pasal 24:12.

6. Bumi semakin rusak karena manusia dituliskan dalam Kitab Penyingkapan Pasal 11:18.

7. Sikap orang-orang semakin buruk. Banyak orang tidak mau berterima kasih, tidak loyal, . . . tidak suka bersepakat, pemfitnah, tidak mempunyai pengendalian diri, garang, tidak mengasihi kebaikan, pengkhianat, keras kepala, besar kepala karena sombong dituliskan dalam Kitab 2 Timotius Pasal 3:1-4.

8. Keluarga berantakan karena anggota keluarga tidak memiliki kasih sayang alami” dan anak-anak ”tidak taat kepada orang tua dituliskan dalam Kitab 2 Timotius 3:2, 3.

9. Orang-orang semakin tidak peduli dengan Allah dituliskan dalam Injil Matius Pasal 24:12.

10. Orang yang kelihatannya taat beragama jelas-jelas bermuka dua, atau munafik dituliskan dalam Kitab 2 Timotius Pasal 3:5.

11. Pemahaman yang semakin jelas akan nubuat Alkitab, termasuk nubuat-nubuat tentang hari-hari terakhir dituliskan dalam Kitab Daniel Pasal 12:4.

12. Kabar baik tentang Kerajaan Allah diberitakan di seluruh bumi dituliskan dalam Injil Matius Pasal 24:14.

13. Banyak yang tidak percaya dan bahkan mengejek bukti-bukti yang menunjukkan bahwa akhir dunia sudah dekat dituliskan dalam Injil Matius Pasal 24:37-39; 2 dan injil Petrus 3:3, 4.

14. Semua nubuat di atas terjadi secara bersamaan dituliskan dalam Injil Matius Pasal 24:33.

Leave a Reply

  • (not be published)