THAILAND – Sebuah patung Buddha seukuran raksasa tampak ramah menyapa pengunjung seperti tengah mendengar para pendoa yang diam di kuil ini.

Patung Buddha raksasa yang ada di Candi Wat Chai Mongkol (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Wat Yai Chai Mongkol, demikian sebutan candi yang berada di Provinsi Ayutthaya. Candi ini berjarak sekitar dua jam lewat perjalanan darat dari Bangkok, Thailand. Mata saya terpukau saat melihat kilauan warna kuning emas yang ada disekujur tubuh patung tersebut.

Pengumuman yang tertulis di dindign candi menyebutkan bahwa bahwa biara yang dibangun tahun 1357 pada era raja U Thong ini diperuntukkan sebagai tempat untuk upacara keagamaan keluarga kerajaan.

Masuk ke dalam bagian biara, tampak tiga buah patung Buddha berukuran besar berjejer rapi di depan altar. Lilin, lampu dan berbagai macam benda berwarna kuning tampak menghiasi altar. Yang menarik adalah dua dari tiga patung tersebut berwarna coklat metalik.

Tak hanya itu, dinding ruangan biara yang berwarna merah tua dilukis dengan cat warna putih. Lukisan tersebut bercerita tentang perjalanan Buddha selama hidupnya. dengan alur cerita sang Buddha.

Uniknya lagi atap dari kuil ini diberi warna merah dengan hiasan bunga dan daun emas. Meski semarak tapi suasana sakral ruangan ini sangat kuat. Tidak ada rasa bosan saat berada dalam biara sambil menikmati pengunjung yang lalu lalang.

Keluar dari biara yang bernama The Ubosatha Hall tersebut, saya langsung menuju candi utama.

Saat masuk ke area candi terlihat seorang pria muda tampak khusuk memasang slempang kuning baru di deretan patung Buddha. satu per satu kain slempang di patung Ia ganti sembari berdoa.

Dari sana terlihat dua buah patung Buddha berukuran raksasa menjulang tinggi ke angkasa menyambut setiap peziarah dan pengunjung. Saya langsung menapaki puluhan anak tangga untuk mencapai puncak candi. Tips saya adalah jangan lupa bawa payung dan air mineral karena cuaca di lokasi sangat tidak bersahabat panasnya.

Bila anda berkesempatan datang kesini dan mencapai puncak candi ingat untuk mencoba peruntungan dengan melempar koin ke dalam lubang seperti sumur. Katanya kalau koin tersebut berhasil masuk ke dalam ember kecil yang berada di dasar sumur maka keinginan anda bisa terwujud. Dari atas candi anda akan menyaksikan pemandangan yang luar biasa.

Dua patung Buddha yang mengapit candi tampak begitu megah menjaga tiap bangunan yang dilapisi bata merah ini. Suasana agung terasa sekali, dulunya Raja Ramathibodhi di tahun 1357 memerintahkan agar dua putranya yang meninggal karena wabah kolera dikubur disana. Sebagai pertanda sebuah biara dan stupa dibangun sebagai tempat untuk menghormati mereka.

Candi tersebut juga digunakan sebagai rumah para biksu Buddha yang ditahbiskan dan dilatih di Biara Phra Wanaratanathen di Ceylon (sekarang Sri Lanka). Tak hanya itu, para raja di tahun 1548 menggunakan tempat ini sebagai wahana untuk berkonsultasi dengan peramal saat menggulingkan tahta Khun Worawongsa dan Ratu Thao Sri Sudachan.

Salah satu hasil ramalan dari candi ini adalah diangkatnya Pangeran Tienracha menjadi raja pada 19 Januari 1549 dan dimahkotai dengan gelar Raja Maha Chakkraphat.

Begitu banyak peristiwa sejarah yang berlalu di kuil ini. Jadi tak ada salahnya bila anda memang benar-benar suka diramal silahkan datang lebih pagi. Siapa tahu kan lewat suasana sakral nan magis disini anda bisa diramal menjadi orang yang hebat di masa depan.

Ditambah lagi, terdapat patung Buddha tidur dibagian samping kuil berukuran raksasa yang terletak di taman dan siap membuat anda berdecak kagum lagi saat melihatnya.

Leave a Reply

  • (not be published)