JAKARTA – Berdasarkan riset yang dilakukan Resolution Foundation, sebuah lembaga riset mandiri di Inggris terdapat perbedaan antara rumah tangga kaya dan miskin dalam memenuhi kebutuhan saat lockdown.

Foto: The Editor

Dikutip dari BBC, Senin (22/6), rumah tangga kaya menabung lebih banyak karena selama karantina berlangsung tak ada dana yang dikeluarkan untuk makan di luar dan pelesir ke luar negeri.

Sementara itu, rumah tangga miskin bertahan hidup dari tabungan dan pinjaman. Saat krisis, rumah tangga miskin berpeluang meningkatkan utangnya dibandingkan dengan rumah tangga dari kelompok berada. Dari risetnya, para pekerja harus turut menderita karena ekonomi terhenti padahal mereka memiliki tabungan rata-rata 1.900 pounds. Sementara itu, mereka yang masih bisa bekerja di rumah selama karantina memiliki tabungan rata-rata 4.700 pounds.

“Masa sebelum virus corona di Inggris ditandai dengan menurunnya kekayaan dan hancurnya selisih kekayaan antar rumah tangga,” ujar Ekonom Resolution Foundation, George Bangham.

Kekayaan ini terbagi akibat eksposur krisis sedangkan rumah tangga kaya menimbun kekayaannya sedangkan banyak keluarga miskin harus terjerat pinjaman berbunga tinggi.

Selisih kekayaan di seluruh wilayah juga naik dengan London dan South East berkontribusi 38% seluruh kekayaan antara 2016 hingga 2018 atau naik dari 10 tahun sebelumnya yakni dengan kontribusi 32%. Riset juga menyebut bahwa ketimpangan kekayaan tetap hampir dua kali dari ketimpangan pendapatan.

Bulan lalu, lembaga riset tersebut juga menemukan bahwa orang muda berpeluang lebih tinggi untuk kehilangan pekerjaannya atau mendapatkan pendapatan yang lebih rendah akibat virus corona. Setidaknya, lebih dari satu di antara tiga orang muda berusia 18 tahun hingga 24 tahun mengumpulkan pendapatan lebih rendah dibandingkan dengan sebelum virus corona menyebar.

Riset juga menemukan bahwa pekerja yang lebih muda memiliki peluang lebih tinggi bahwa pendapatannya akan terancam selama beberapa tahun ke depan sedangkan para pekerja yang berusia lebih tua akan berakhir dengan pensiun dini.

Tahun lalu, lembaga riset lain yakni Institute for Fiscal Studies menemukan bahwa gaji, kesehatan dan peluang di Inggris semakin timpang sehingga menggerus kepercayaan terhadap demokrasi.

Hal itu menjadi peringatan terhadap kenaikan kelompok berpendapatan tinggi yang lebih rentan terhadap ketergantungan narkoba dan bunuh diri dibandingkan dengan kelompok miskin.

Leave a Reply

  • (not be published)