Rita Wahyu Wulandari dalam acara Bincang Buku Eksegesis Peshat (Foto: Youtube)

JAKARTA – Kabalah (Qabalah) adalah tradisi pendidikan pembacaan kitab suci yang diwariskan secara turun temurun dalam kehidupan orang-orang Yahudi.

“Namun di kemudian hari Kabalah ini dialihkan menjadi aliran mysticism dari Yahudi. Jadi bedakan Kabalah sebagai tradisi dan aliran dalam Yahudi,” ungkap Rita dalam video yang berjudul 7 Malaikat Agung (dlm Rujukan Ekstra Biblikal) – Penjelasan “Kabalah yang diunggah 17 September 2020 lalu.

Kabalah, lanjutnya, dikenal juga dalam Kitab Perjanjian Baru yang diungkapkan dengan kata Paradosis yang artinya adalah tradisi, doktrin atau amanat dari seseorang kepada orang lain, baik yang berhubungan secara religius, ajaran kekristenan, dengan Allah maupun tentang manusia. Jadi, Kabalah dalam arti sederhana adalah ajaran yang diturunkan oleh para rasul kepada manusia.

Namun, Rita mengatakan bila saat berbicara tentang tradisi, orang protestan umumnya cenderung sensitif dan alergi. Meski demikian Ia berharap agar hal tersebut tidak dibesar-besarkan karena setiap aliran memiliki ciri khas.

Tradisi Kabalah Yang Sehat

Rita mengatakan sering mengenalkan tradisi Kabalah yang sehat kepada masyarakat Indonesia, diantaranya adalah Hermeneutika Yahudi Pardes yang artinya adalah mempelajari Alkibat dengan tekun. Kedua, Eksegesis Peshat sebagai pondasi penafsiran standar Yahudi.

Kata Rita, sebelum ayat Alkitab ditafsirkan, maka si penafsir harus terlebih dahulu memahami kata demi kata yang dituliskan dalam Alkitab. Baru kemudian si penafsir diizinkan menafsirkan isi Alkitab. Dan menurutnya, mempelajari Alkitab dengan metode ini juga disebut sebagai Kabalah yang sehat.

Nah, untuk tradisi dari Yahudi sendiri, masih kata Rita, salah satu bentuk Kabalah yang sehat itu adalah dengan mengetahui bulan-bulan tertentu dimana orang Israel akan membacakan ayat-ayat tertentu dalam Alkitab.

Misalnya di tanggal 16 September 2020 dalam kalender Romawi atau 27 bulan Elul 5780 dalam kalender Yahudi disebut sebagai bulan pertobatan. Di masa ini orang-orang Israel akan mempersiapkan diri mereka dengan membaca sidur-sidur tertentu, membaca Kitab Mazmur Pasal 27 dua kali dalam sehari dan melakukan puasa satu bulan penuh untuk menyambut Tahun Baru Rosh Hashanah.

“Dimana 10 hari kemudian mereka akan menyongsong Yom Kippur. Jadi setelah Elul 1 bulan penuh mereka akan menyongsong Rosh Hashanah,” ungkapnya.

Elul di Indonesia disebut juga bulan Ramadan. Mengapa Muslim yang mewarisi tradisi ini, bukan Kristen?

Elul diperingati sebagai bulan pertobatan selama satu bulan penuh ini sudah ada sejak 6 abad sebelum Yesus Kristus. Sementara itu Islam baru muncul di abad ke-7 Masehi.

“Jadi ini adalah tradisi yang baik,” katanya.

Rita melanjutkan kembali tentang arti Bulan Elul dalam tradisi Yahudi yang artinya adalah bulan pengampunan untuk menghadapi bulan baru atau bulan 7 yang juga diperingati sebagai awal tahun bagi orang Yahudi.

Sejarah Bulan Elul yang dikaitkan dengan muatan spiritualitas juga disebut sebagai waktu saat dimana Musa naik ke Gunung Sinai menghancurkan dua loh batu. Dua loh batu yang berisi perintah-perintah Allah dihancurkan karena saat turun dari gunung, Musa menemukan Bangsa Israel tengah menyembah anak lembu emas yang disebut sebagai berhala.

“Sehingga Ia (Musa) harus memohon ampun terhadap (kelakuan) bangsanya yang melawan Tuhan,” katanya.

Selanjutnya, Rita jelaskan bila Musa kembali menyalin kembali 10 firman dan disana adalah hari dimana Musa berpuasa dan orang-orang Israel akhirnya memperingatinya hingga sekarang sebagai hari pertobatan dari kejahatan mereka di masa lalu.

Anda juga bisa menonton penjelasan tentang arti Kabalah dengan cara mengklik: 7 MALAIKAT AGUNG (dlm Rujukan Ekstra Biblikal) – PENJELASAN “KABALAH”

Leave a Reply

  • (not be published)