Umat Yahudi yang tengah berdoa di Tembok Ratapan berlarian saat mendengar bunyi ledakan dan lemparan batu (Sumber: Fakta Israel)

ISRAEL – 205 warga Palestina dikabarkan terluka dalam kericuhan yang terjadi di depan Masjid Al Aqsa Yerusalem yang terjadi pada Jumat (7/5) malam kemarin. Dalam video yang dirilis oleh Fakta Israel pada Sabtu (8/5) kemarin terlihat puluhan warga melemparkan batu ke pihak polisi yang melawan dengan tembakan gas air mata.

Selain itu, 17 polisi Israel terluka akibat kericuhan itu. Sebelumnya, ribuan orang melakukan sholat bersama di Masjid Al Aqsa. Dalam video tersebut juga diketahui kegiatan sholat bersama itu berlangsung normal. Namun, usai sholat situasi berubah jadi demo dan bendera Hamas pun dinaikkan hingga ke atas bukit Moria (Bukit Bait Suci).

Dituliskan bahwa aksi demo terjadi berkaitan dengan Hari Yerusalem yang jatuh pada tanggal 10 Mei 2021, hari ini. Demonstran yang membawa bendera Hamas yang merupakan kelompok teror di Gaza dipertanyakan.

Massa yang tadinya berkumpul di depan Masjid Al Aqsa akhirnya merangsak masuk ke depan Masjid Kubah Emas. Mereka berteriak mengatakan bahwa mereka adalah Hamas. Hamas merupakan lawan politik Fatah, partai pemerintah yang tengah berkuasa di Palestina saat ini.

Dalam video juga ditunjukkan bahwa jemaat yang sholat di dalam ruangan masjid tidak ikut berdemo. Jadi polisi Israel tidak masuk ke dalam masjid. Peluru karet dan gas air mata digunakan untuk membubarkan para demonstran.

Fakta Israel memviralkan video terbaru awal mula terjadi kericuhan di Masjid Al Aqsa, Yerusalem yang terjadi pada Jumat (7/5) malam kemarin.

Dalam video tersebut, puluhan umat Yahudi terlihat tengah berdoa di Tembok Ratapan dan sesaat kemudian terdengar bunyi ledakan seperti petasan. Untuk diketahui, Tembok Ratapan terletak di antara Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsa.

Video tersebut juga disebutkan bahwa warga Palestina yang datang ke Masjid Al Aqsa tidak sekedar untuk beribadah, tapi juga untuk berdemo. Dan ternyata, aksi demo sembari tarawih kemarin itu adalah hal yang sangat biasa dilakukan warga Palestina di depan masjid bersejarah itu.

“Mereka gunakan masjid untuk berpolitik,” tulis Fakta Israel yang merilis videonya di akun sosial media Youtube pada Minggu (9/5) tadi.

Ratusan orang terlihat berteriak dalam bahasa Palestina yang meminta agar Tel Aviv di bom.

Aksi semacam ini dinilai sangat biasa dilakukan oleh warga Palestina. Bahkan dalam video itu puluhan peserta demo menyalakan lampu telepon genggam mereka untuk meramaikan situasi. Aksi demo ini terlihat sangat unik karena rata-rata seluruh peserta demo yang kebanyakan adalah laki-laki terlihat lebih sibuk merekam situasi ketimbang menyuarakan keinginan mereka.

Di Masjid Al Aqsa Selalu Ada Batu

Mengapa masyarakat menyimpan batu di Masjid Al Aqsa? Tujuannya adalah untuk membantu aksi demo. Demikian isi tayangan video yang menunjukkan bahwa batu tidak hanya disimpan di luar masjid, tapi juga di dalam masjid.

Aksi pelemparan batu yang terjadi kemarin disbut sudah sering terjadi dan tidak pernah memancing kemarahan warga Israel.

Untuk melihat tayangan video tersebut Anda bisa mengklik di Tradisi Bentrok di Masjid Al Aqsha (Video 2)

Leave a Reply

  • (not be published)