AAS Building milik Andi Amran Sulaiman berada di Jalan Urip Sumohardjo (Foto: Elitha Tarigan/ THE EDITOR)

MAKASSAR – Terkenal sebagai mantan menteri pertanian dan pengusaha SPBU, demikian nama Andi Amran Sulaiman tersebar di Ibukota, tempat Ia pernah tinggal lama menjalankan tugas sebagai anggota kabinet kerja Presiden Jokowi – Jusuf Kalla di periode 2014-2018.

Namun apakah itu saja sebutan untuk Amran Sulaiman? Tim redaksi The Editor kali ini berwisata ke Makassar, Sulawesi Selatan. Nama Amran ternyata cukup tersohor di kota tersebut karena banyak menyerap tenaga kerja.

Nama Amran ternyata cukup populer di masyarakat Sulawesi. Dalam perjalanan menuju Makassar, tim The Editor menyempatkan waktu berbincang dengan salah satu penumpang pesawat yang tengah menuju kota tersebut.

“Anak saya kerja di perusahaan beliau. Beliau terkenal di Makassar. Rumahnya (Amran Sulaiman) di komplek IDI (ikatan dokter indonesia),” ujar Nurlaela (50), Senin (21/6) lalu.

Nurlaela mengatakan bahwa Amran Sulaiman tidak hanya memiliki bisnis SPBU, tapi juga pengusaha yang memiliki gedung kantor berukuran besar sebagaimana kantor-kantor yang ada di Jakarta.

“13 lantai dan semua tahu. Nama Pak Amran itu sangat terkenal saat dia jadi menteri juga. Semua orang tahu,” katanya.

Gedung Berlantai 13 Yang Tak Pernah Ditunjukkan

Makassar adalah sebuah kota yang tengah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan jaman. Berbagai gedung tinggi tampak dari kejauhan, meski tidak sebanyak di Jakarta namun perlahan kota ini memperbaharui dirinya menjadi salah satu kota metropolitan.

Setibanya di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, sebuah gedung berwarna cokelat muda tampak dari kejauhan. Saat didekati tertulis nama AAS Building. Ketika dikonfirmasi kepada warga sekitar yang bekerja dekat gedung tersebut mengatakan bahwa AAS adalah singkatan dari Andi Amran Sulaiman.

Gedung AAS menjadi pusat untuk 34 perusahaan yang tergabung dalam Holding Tiran Group mampu dikembangkan dan membentang dari usaha produksi racun tikus, SPBU hingga usaha tambang nikel, besi dan emas.

Untuk mengetahui hal tersebut, redaksi menyempatkan mampir ke lokasi dalam gedung. Satpam membenarkan bila gedung berlantai 13 itu adalah milik mantan menteri pertanian tersebut.

“Ya, sudah ditunggu Pak Amran,” jelasnya.

Saat ditemui, Amran terlihat sangat aktif dan ceria. Dengan mengenakan baju berwarna biru berbahan jeans senada dengan celananya. Amran terlihat makin gemuk dan fresh saat tidak lagi menjabat sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi.

“Ya begini saja, sibuk setiap hari mengurus bisnis. Sedang mencari direktur,” ujar Amran saat ditanya tentang aktivitas yang Ia lakukan beberapa tahun terakhir ini.

Ruang kerja Amran berada di lantai 2 gedung AAS, tepat berada di depan lift. Ruangan serba kayu berwarna cokelat muda tersebut sangat luas dan tampak bersih. Televisi berukuran 50 inchi tersebut dibiarkan menyala tanpa mengeluarkan suara bising.

“Happy sekarang dan lebih sibuk lagi karena sedang urus tambang dan lain sebagainya,” ungkap Amran.

Apakah Amran masih ingin masuk dunia politik? Jawaban wagu Ia keluarkan karena Amran hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dunia yang sekarang Ia jalani membuat kehidupannya sangat sibuk. Sehingga tidak ada waktu berpikir untuk maju di dunia politik.

“Begini saja sudah, tidak bisa urus yang lain soalnya karena ini (bisnis),” katanya sembari menunjukkan ruang kerjanya sembari tersenyum.

Desain Interior AAS Building Yang Megah

Disadur dari berbagai sumber, sebelum jadi menteri, Amran lebih dikenal sebagai sosok entrepreneur, peneliti, akademisi dan birokrat. Jadi sangat tidak mengherankan saat ditunjuk sebagai menteri pertanian, Amran tercatat sebagai menteri terkaya di jajaran kabinet Jokowi-JK dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Ruang tunggu gedung ini diisi dengan informasi detail tentang silsilah Amran sebagai keturunan Raja Bone ke-16. Konsultan desain arsitek AAS Building, Thoha Pacong mengatakan nilai aset gedung tersebut mencapai 500 Miliar. Desain interior perkantoran Holding Tiran Group ini memang sangat mewah dan megah.

Bahkan di tahun 2018 lalu gedung tersebut dijadikan sebagai posko pusat Sahabat Rakyat Indonesia (SRI), relawan pemenangan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1, Jokowi-Maruf Amin.

Leave a Reply

  • (not be published)