Salah satu Choga yang berada di Desa Hahoe, Andong, Korea Selatan. Rumah ini dijadikan sebagai cafe sehingga diberi banyak ornamen modern sebagai hiasan (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

KOREA SELATAN – Rumah beratap jerami di Korea Selatan umumnya disebut Choga. Rumah ini biasa dihuni oleh masyarakat kelas bawah atau petani di Korea. Saat berkunjung ke rumah semacam ini, maka pemandangan menarik yang selalu akan Anda temui adalah halaman dan bahkan atap yang kerap ditanami sayur-sayuran seperti labu dan sayur-sayuran.

Tak hanya atap, pada jaman dahulu dinding rumah ini juga menggunakan jerami. Lantainya terbuat dari tanah. Namun di masa sekarang kebanyakan rumah jenis ini memakai penutup dinding dari kayu.

Karena menggunakan bahan-bahan yang mudah membusuk seperti tanah, jerami dan kayu, maka petani di Korea Selatan yang tinggal di rumah jenis ini harus selalu memperhatikan bagian rumah yang mulai mengalami pembusukan. Jadi tak heran, jerami sangat penting bagi masyarakat Korea di jaman dahulu.

Choga dibangun oleh pemilik rumah itu sendiri dan akan diwariskan ke anak cucu mereka. Hal semacam ini bagi orang Korea ternyata adalah budaya. Jadi, Choga adalah potret kehidupan masyarakat jelata di Korea Selatan.

Salah satu desa yang menawarkan pemandangan rumah-rumah beratap jerami di Korea Selatan adalah Hahoe. Desa ini adalah salah satu yang paling terkenal di Korea. Hahoe adalah desa yang dihuni oleh keluarga bangsawan bermarga Ryu di Pungsan.

Disini, para bangsawan Ryu menyediakan rumah bagi pembantu dan buruh tani mereka dengan menyediakan hunian beratap jerami berdinding kayu. Lokasinya tepat dibelakang rumah tinggal para bangsawan ini. Cukup unik memang karena perbedaan tempat tinggal antara majikan dan pembantu di negara ini memang sangat mencolok.

Di desa ini Anda juga bisa melihat puluhan rumah beratap jerami yang berada dalam satu tempat terpisah dengan rumah para bangsawan. Jadi tak ada salahnya untuk berkunjung ke tempat ini terutama di musim semi.

Untuk masuk ke desa ini Anda dikenakan biaya tiket sebesar Rp60.000 untuk orang dewasa, Rp25.000 untuk remaja dan Rp18.000 untuk remaja.

Karena lokasinya yang sangat jauh dari perkotaan, disarankan kepada turis yang hendak berkunjung ke tempat ini untuk menghubungi hotel-hotel yang tersedia di Desa Hahoe. Tujuannya agar Anda bisa dijemput dari titik penjemputan yang telah disepakati.

Namun, bila Anda hanya ingin menikmati pemandangan desa kecil ini saja, maka naiklah bus No.46 dari Halte Terminal Bus Andong dan turunlah di Halte Bus Desa Rakyat Hahoe.

 

Leave a Reply

  • (not be published)