JAKARTA – Pandemi corona tak lantas membuat masyarakat Ibukota, terutama Ibu-Ibu berhenti berolahraga. Lea Lena Christianto misalnya, ibu rumah tangga yang tinggal di Komplek Perumahan The Royal Residence Pulogebang mengaku tetap semangat berolahraga dengan menerapkan aturan yang dibuat oleh pemerintah setiap hari.

Grup olahraga Line Dansa MG (Foto: Dokumen Pribadi)

Lena mengaku tetap semangat berolahraga bersama dengan 11 anggota lainnya yang tergabung dalam MG alias eMak eMak Gaul yang telah latihan bersama selama 2 tahun lebih.

“Asal mulanya kita punya group yoga dilakukan di rumah salah satu peserta, terus kita coba undang guru Lin Dance untuk ngajar kita,” ujar Lena saat berbincang dengan The Editor beberapa waktu lalu.

Pandemi corona sempat membuat grup olahraga MG kocar kacir mencari tempat untuk latihan. Tidak hanya berpindah dari sanggar ke sanggar, grup ini juga harus rela pindah ke komplek perumahan agar latihan tetap berjalan.

“Akhirnya kita latihan di komplek perumahan yaitu di lapangan indoor tenis meja, yang kalau pagi dipakai bapak-bapak komplek main tenis dan kalau siang jam 14.00 WIB hari Selasa dan Jumat kita pakai buat Line Dance,” ungkapnya.

Seragam Latihan Penambah Semangat

Agar tetap sehat, lanjutnya, grup olahraga dansa MG latihan setiap hari. Selama dua tahun bergabung, Lena mengaku telah memiliki banyak kostum olahraga unik yang dibuat bersama anggota lainnya. Kostum ini memang sengaja dibuat semarak layaknya anggota cheerleader agar peserta tetap semangat saat latihan.

“Kebeneran salah satu peserta punya konveksi jadi kadang beliau yang buat roknya, untuk baju kebanyakan kita beli tapi ada juga yang bikin. Kadang kita rame-rame pergi ke H&M , ZARA , Mangga Dua, kadang beli online juga,” ungkap Lena tanpa menyebutkan biaya yang dikeluarkan untuk setiap seragam.

Saat ini terdapat 12 anggota yang tergabung dalam grup olahraga MD. Lena berharap pandemi corona segera usai agar saat latihan tidak lagi ada anggota yang tidak aktif berolahraga karena terikat aturan pemerintah ataupun suami/pasangan hidupnya untuk menjaga jarak.

Line dance adalah kombinasi tarian antara chacha atau salsa. Tapi banyak juga yang menggabungkan tarian lain seperti rumba, merengue, waltz, Jive, hip hop, dan jazz sebagai Line dance. Line dance sudah ada sejak tahun 1950-an dan populer di Amerika Selatan. Biasanya, lagu-lagu pop, swing, rock and roll, disco, Latin, rhythm blues, dan jazz menjadi backsound dari tarian ini. Biasa dilakukan secara bersama-sama, Line dance dibentuk dalam bentuk baris—mirip dengan formasi tarian Poco-Poco.

Linedance tak hanya berfungsi untuk membakar kalori, namun juga memberikan manfaat pada otak dan psikologis. Secara luas, ada empat manfaat yang dapat Anda rasakan dengan mengikuti Line dance, yaitu: mempertajam daya ingat, memperlancar daya motorik, memperkuat daya konsentrasi, meningkatkan aktivitas sosial,sengurangi resiko osteoporosis dan baik untuk membakar kalori.

Leave a Reply

  • (not be published)