Hutan Bambu Arashiyama di Kyoto, Jepang (Foto: Ninis untuk The Editor)

JEPANG – Tempat wisata Hutan Bambu ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan di setiap musim. Setiap orang memiliki musim favoritnya masing-masing untuk datang kesini.

Ada yang suka berkunjung di musim dingin jadi setiap helai daun-daun di hutan tersebut putih tertutup salju.

Namun ada juga yang suka berkunjung di musim semi atau musim panas, sehingga pohon bambu terlihat berwarna hijau cerah.

Favorit anda yang mana?

Hutan Bambu ini tidak luas, namun mampu menyihir banyak pengunjung dari manca negara untuk datang.

Saat tiba disana tim The Editor sangat dimanjakan oleh segarnya udara di sekitar hutan yang tidak ada rumputnya sama sekali. Jadi hanya bambu saja yang tumbuh berjarak satu sama lain.

Jepang mengelola Hutan Bambu mereka dengan sangat detail. Anda dapat menghitung berapa jumlah bambu yang ada di masing-masing sudut taman hutan karena bambu tidak dibiarkan hidup berumpun layaknya rumput.

Pemerintah Jepang hanya menumbuhkan satu batang bambu di setiap jarak satu meter. Jadi, tidak mungkin ada hewan semacam ular yang akan mengganggu turis saat berada disana.

Bambu adalah tumbuhan yang paling banyak menghasilkan oksigen. Jadi jangan heran saat berada di Hutan Bambu Kyoto, suasana segar sangat terasa.

Saat berada disini, turis bisa menikmati becak khas Jepang yang disebut dengan jinrikisha. Jinrikisha adalah becak kayu yang ditarik oleh manusia. Dengan maksimal diisi oleh dua orang penumpang, penarik becak akan berjalan dan bahkan berlari agar kereta kayu yang berat tersebut bisa berjalan. Suguhan ini sangat menarik dan sedikit mahal memang. Di negara-negara Asia Selatan becak semacam ini sangat terkenal.

Balik lagi ke Hutan Bambu, jalan setepak khusus disiapkan untuk dilalui oleh turis. Sederhana memang, namun cukup membuat wisatawan berebut mencari spot untuk foto. Sangat sulit menemukan spot kosong untuk sekedar menikmati pemandangan di tempat ini.

Lokasi Hutan Bambu Arashiyama ini berada di Distrik Arashiyama. Dari Kyoto anda bisa menumpang dengan bus yang bisa ditemukan dari Stasiun Kyoto. Bila anda tidak memiliki tiket Japan Rail Pass atau tiket terusan yang bisa dipakai saat berada di Jepang, maka anda dapat temukan tiket biasa di seluruh kota di Jepang. Tidak perlu khawatir dan jarus punya tiket JR Pass ya. Santai saja.

Nah, saya sarankan naik bus biasa menuju Hutan Bambu karena anda dapat menikmati pemandangan kota Kyoto yang modern hingga tradisional. Stasiun bus kota Kyoto berada di halaman pintu masuk Stasiun Kyoto. Belilah tiket terusan yang berlaku untuk satu hari penuh. Jadi sangat hemat. Pilih bus nomor 28 dan silahkan menikmati perjalanan hingga 30 menit ke depan.

Anda akan berhenti di titik akhir perjalanan alias batas akhir tujuan. Anda juga tidak perlu risau soal berbahasa karena setiap moda transportasi Jepang menggunakan Bahasa Inggris dan Jepang.

Selamat menikmati liburan anda di Jepang!

Leave a Reply

  • (not be published)