Margaret menangis saat menyampaikan keinginannya untuk mencari Ibu kandungnya (Foto: BBC)

JAKARTA – Tes DNA adalah suatu pengujian forensik yang melibatkan teknik biologi molekuler untuk mendapatkan profil DNA sejumlah materi uji yang merupakan bahan biologis. Kasus yang paling umum memperoleh keuntungan dari pengujian DNA adalah penentuan orang tua atau penyelidikan pemerkosaan/pembunuhan.

Teknik ini dikomersialkan pada tahun 1987 ketika perusahaan teknik kimia ICI membuka pusat pengujian DNA di Inggris. Metode ini sekarang menjadi prosedur forensik rutin di banyak negara.

Salah satunya yang berhasil mendapatkan informasi tentang ibunya setelah berpisah puluhan tahun adalah Margaret. Margaret diadopsi oleh seorang wanita berkebangsaan Inggris saat Ia berumur 6 bulan.

Margaret selama ini hanya tahu bila Ibu kandungnya sudah meninggal. Namun, tim profiler DNA dari Universitas Leicester berhasil menemukan Ibu kandungnya yang saat ini tinggal di Irlandia. Sebagaimana dipublikasi oleh BBC dalam program Rahasia DNA, Margaret mengaku sangat bahagia dan ingin segera berkunjung ke Irlandia menemui Ibunya yang diketahui tengah berada di panti jompo.

“Apakah Dia hidup bahagia selama hidupnya?” tanya Margaret kepada petugas forensik yang membantunya mencari Ibunya.

“Ya, Dia sangat bahagia,” jawabnya.

Mendengar jawaban tersebut Margaret sangat lega dalam tangis. Margaret juga sangat kaget saat diberitahu bila Ia juga memiliki adik. Usai diberi tahu oleh petugas forensik, Ia langsung menghubungi adiknya yang juga tinggal di Irlandia bersama ibunya.

“Saya menghubunginya dan bicara di telepon selama 1 jam untuk pertama kalinya. Ternyata kami berdua selama ini sellau berharap memiliki saudara perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, di Indonesia, penggunaan tes DNA serupa seperti di Inggris masih jarang dan bahkan belum ada. Padahal tes DNA seperti ini sangat penting diberikan kepada keluarga-keluarga yang di era perang Jepang dan Belanda dipisahkan satu sama lain.

Untuk menonton video tayangan tersebut silahkan klik di MARGARET MENANGIS BAHAGIA SAAT TEMUKAN IBU KANDUNGNYA

Leave a Reply

  • (not be published)