Salah satu restoran yang menjual ramen khas Kota Kyoto di Gion Shirakawa Area, Kyoto, Jepang (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

TOKYO – Mencari makanan halal di Jepang bisa dibilang gampang-gampang susah. Pelancong yang beragama Islam asal Indonesia biasanya akan mencari tahu terlebih dahulu makanan halal disana lewat internet.

Tapi terkadang kenyataan tidak sama seperti yang diharapkan.

Salah satu tips yang paling direkomendasikan oleh tim Travel The Editor saat anda berada di Jepang adalah usahakan makan di restoran yang pemiliknya adalah orang Indonesia.

Mengapa? karena anda dapat langsung tanyakan kepada pemiliknya bahan makanan yang mungkin menurut anda kurang meyakinkan.

Salah satu yang sangat direkomendasikan adalah restoran halal di Kyoto, Jepang. Memang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, namun pemilik restoran halal di Kyoto bisa berbahasa Indonesia dan memakai jilbab.

Rata-rata restoran halal di Jepang dimiliki oleh orang Asia dan Timur Tengah. Standar daging sapi yang digunakan oleh mereka juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari negara mereka masing-masing.

Namun harus diketahui bahwa ada juga beberapa restoran halal yang juga menjual makanan yang mengandung babi.

Restoran ini berada di Tokyo. Aturan menjual daging halal dan babi dalam satu restoran semacam ini dianggap lumrah oleh pemerintah Tokyo asal tungku yang dipakai untuk memasak dan makan berbeda.

Jadi, pastikan anda bertanya terlebih dahulu saat makan di restoran halal di Jepang, terutama di kota besar seperti Tokyo. Daging halal di negara ini artinya daging yang disediakan dipotong dengan konsep Islam sebagaimana aturan yang dikeluarkan oleh organisasi muslim tentang daging halal. Namun, disaat yang bersamaan restoran itu juga tetap bisa menjual makanan yang mengandung babi.

Restoran semacam ini biasanya dimiliki oleh orang Timur Tengah yang merantau ke Jepang. Bila tidak ingin makan di restoran yang demikian baiknya anda cari rumah makan yang pemiliknya adalah orang Indonesia yang beragama muslim.

Tips lain yang bisa dilakukan saat berada di Jepang adalah cukup makan makanan yang mengandung ikan, contohnya sushi atau sashimi. Dua makanan ini bisa ditemukan diseluruh restoran Jepang. Harganya memang lebih mahal namun ini adalah pilihan paling mudah dan tidak beresiko.

Cara lain adalah dengan membeli nasi kepal dan telur di minimarket. Harganya sangat terjangkau. Anda bisa menghemat pengeluaran bila setiap hari membeli makanan di tempat ini. Jangan khawatir soal kebersihannya karena makanan yang dijual di minimarket Jepang diganti setiap hari.

Seluruh pegawai dan pekerja di Jepang juga membeli makanan di tempat ini untuk menghemat biaya sehari-hari. Jepang memang terkenal dengan biaya hidupnya yang tinggi. Jadi, sebagai pelancong anda memang harus mengeluarkan uang lebih banyak saat berlibur dibandingkan dengan negara lain di Asia.

Leave a Reply

  • (not be published)