SLOVENIA – Bila anda menyediakan uang lebih selama berwisata jangan lupa untuk mencoba restoran terbaik di kota atau negara yang anda singgahi.

Salah satu hidangan di restoran sokol dengan menu sosis babi (Fotografer : Elitha Evinora Tarigan)

 

Salah satu restoran yang saya datangi untuk menikmati makan siang di Ljubljana, Slovenia adalah Sokol. Saya mengetahui restoran ini dari penduduk setempat, katanya memang satu yang terbaik disini.

Saat tiba di pintu depan restoran yang menggunakan ukiran burung elang, saya sempat berhenti dan berharap semoga tidak semahal yang saya pikirkan. Sekilas info, anda harus reservasi sebelum makan di restoran ini. Jadi kalau perut sudah keroncongan lebih baik mencari restoran lain karena butuh waktu agak lama sebelum mereka menyediakan meja untuk tamu.

Lokasi restoran ini berada di kawasan Kota Tua Ljubljana, Slovenia, tidak jauh dari Preseren Square atau Gereja Gratia Plena. Dari gereja anda cukup berjalan kaki dua menit saja dan anda sudah bisa tiba di sebuah restoran yang selalu ramai dipadati pengunjung.

Tips makan di restoran ini adalah dengan memilih satu menu saja karena untuk orang Asia satu porsi makanan cukup untuk dua orang. Saya sendiri sengaja mencoba menu Country Feast yang isinya cukup untuk dua orang. Menu tersebut menyajikan salad khas Slovenia, sosis goreng dua jenis, babi panggang, telur dan daging cincang. Selain itu saya juga memesan paprika merah dan terong hijau bulat yang direbus serta bawang bombay goreng. Masing-masing menu dihargai 17 euro dan 9 euro. Harga tersebut belum termasuk minuman dan pajak. Jadi kalau anda ingin irit uang lebih baik minum bir karena biasanya air mineral sedikit lebih mahal dibanding minuman soda atau minuman beralkohol.

Saat membayar saya coba bandingkan dengan harga makanan di Jakarta. Kesimpulan saya adalah Jakarta sangat mahal dan tidak masuk akal. Untuk restoran mewah seperti ini saya hanya menghabiskan uang sebanyak Rp452.000 saja untuk dua menu makanan, satu minuman dan pajak. Porsinya pun bisa dibagi dua atau bahkan tiga artinya meski mahal tapi masih bisa irit kalau makan ramai-ramai.

Harga mahal untuk makanan di Slovenia cukup masuk akal karena termasuk sebagai salah satu negara makmur dengan sistem pendidikan terbaik di dunia.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Jakarta? Saya sering kali membandingkan harga makanan di restoran Jakarta dan kota metropolitan lain di dunia. Hasilnya cukup mengecewakan karena Jakarta menjual makanan di restoran ala Eropa atau Amerika dengan harga selangit tapi tidak sesuai dengan tampilannya.

Dari perjalanan saya di beberapa negara di Eropa, saya menemukan fakta bahwa harga makanan di restoran mewah disana terkadang jauh lebih murah atau sama dengan di Jakarta. Padahal kondisi ekonomi masyarakatnya jauh berbeda.

Contohnya di salah satu restoran asal Jerman di Grand Indonesia, Jakarta menjual menu sosis seharga Rp300.000 per porsi. Sementara di restoran Sokol, Slovenia menu serupa dijual hanya dengan harga Rp289.000 per porsi.

Entah kenapa di Indonesia semua harga makanan selangit tapi tidak sesuai dengan rasa dan tampilan. Ada yang punya cerita serupa? sharing dong ke redaksi.

Leave a Reply

  • (not be published)