Daging babi panggang (The Editor)

TANAH KARO – Daging babi adalah favorit bagi sebagian besar masyarakat dunia, termasuk di Tanah Karo, Sumatera Utara. Harumnya wangi Babi Panggang Karo (BPK) sudah jadi ciri khas bila tengah lewat di kabupaten ini.

Harga yang mahal ini memang cukup mengagetkan masyarakat karena tidak biasa. Pedagang bahkan mulai mengurangi potongan daging yang di tawarkan ke pembeli.

“Jumlah potongan daging babi yang di panggang dikurangi saat konsumen datang untuk makan. Ini lebih baik dari pada mengurangi kualitas makanan,” ujar salah satu penjual BPK di bilangan Berastagi, Sumatera Utara kepada The Editor Senin (15/3).

Harga daging babi ini memang sangat meresahkan pedagang di Tanah Karo. Kesukaan masyarakat Karo makan BPK biasanya terlihat dari rumah makan yang biasanya sudah kehabisan stok mereka diatas jam 14.00 WIB. Seberapa banyak pun rumah makan BPK di Tanah Karo rata-rata biasanya habis dikonsumsi oleh masyarakat.

Keberadaan daging babi yang mahal tidak mengurangi jumlah pembeli, namun porsi daging yang dikurangi membuat pembeli protes dan memilih untuk menunggu sampai harga daging kembali normal.

“Supaya lebih puas makan lagi kami harap harga daging normal kembali. Kami suka makan daging babi tapi heran kok bisa harganya lebih mahal ketimbang daging sapi yang ukurannya sangat besar,” terang Tika (30) warga yang tinggal di Perbesi.

Mahalnya harga daging ini juga berimbas kepada masyarakat. Juita (31) warga desa Lambar, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo mengaku harus puasa untuk tidak makan daging babi terlebih dahulu sampai harga daging babi normal kembali.

“Jadinya mengurangi makan babi karena harganya sangat tinggi. Di rumah banyak orang, biasa cukup beli 2 kilogram sekarang 1 kilogram saja,” katanya.

One Comment to: Harga Daging Babi Melonjak Hingga 140 Ribu, Orang Karo Teriak

Leave a Reply

  • (not be published)