Andi Amran Sulaiman saat menjabat sebagai Menteri Pertanian era Jokowi-JK pada 27 Maret 2018 (Foto: Hesti/ THE EDITOR)

JAKARTA – Kawasan Timur Indonesia bukan lumbung suara yang mudah untuk ditaklukkan oleh Joko Widodo (Jokowi) di dua era pemilihan umum (Pemilu). Demikian dikatakan oleh Politisi Dari Partai Golkar Indra J Pilliang saat berbincang dengan The Editor beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Andi Amran Sulaiman adalah menteri pertanian era Jokowi-Jusuf Kalla di tahun 2014-2019. Pengusaha asal Makassar ini disebut sebagai salah satu orang yang siap berlaga di Pemilu 2024. Golkar adalah salah satu partai yang terang-terangan mendukung nama Amran Sulaiman untuk berpasangan dengan Airlangga Hartanto. Hingga detik ini, Airlangga adalah calon tunggal dari Partai Golkar yang akan maju sebagai calon presiden.

“Pak Amran tahu kalau saya disuruh untuk melambungkan suara ke Sulawesi dan saya berhasil. Waktu itu sangat sulit memenangkan suara Jokowi di Sulawesi,” ujar Indra saat ditanya tentang memori semarak Pemilu tahun 2014 dan 2019.

Indra mengatakan, proses Amran memenangkan Jokowi, PDIP serta partai-partai koalisi yang berada di bergabung di Pemilu 2014 dan 2019 saat itu tertatih-tatih. Karena, selain mengalahkan suara Prabowo Subianto, di Pemilu 2014 nama Jusuf Kalla belum masuk dalam pusaran pendamping Jokowi.

“Yang menggali lumbung suara (untuk Jokowi) dari bawah di Sulawesi Pak Amran (Sulaiman). Dia (Amran) yang awal-awal lakukan (pendekatan ke masyarakat) sebelum ada keputusan JK (Jusuf Kalla) akan bergabung. Karena Pak JK belum jadi diantisipasi semuanya,” ungkapnya.

Golkar yang saat itu belum memutuskan untuk bergabung dengan Jokowi, ternyata tidak membuat Indra berhenti. Ia ternyata langsung turun ke Sulawesi dan mendatangi Amran untuk ikut membangun lumbung suara di kawasan Timur.

“Saya di Golkar tapi saya minta izin dengan Pak Amran untuk membangun lumbung suara di Sulawesi,” ungkapnya.

Kata Indra lagi, Amran Sulaiman membutuhkan waktu berbulan-bulan agar Jokowi dapat meraih meraih suara Sulawesi di periode Pemilu 2014. Indra yang mengaku ikut serta bersama Amran saat itu mengakui sangat sulit mengalahkan nama Prabowo Subianto di kawasan Timur Indonesia.

Dan keberhasilan Amran Sulaiman ini pada akhirnya berbuah manis karena Jusuf Kalla pun akhirnya setuju untuk bersanding dengan Jokowi di Pemilu 2014. Meski tipis, namun kemenangan yang diraih Jokowi-Jusuf Kalla saat itu menurutnya sangat berkesan.

“Butuh waktu beberapa bulan membuka lumbung suara di Sulawesi sebelum JK setuju bergabung. Yang harus dikalahkan adalah Prabowo Subianto di Sulawesi. Kemenangan Jokowi dan JK sangat tipis,” ungkapnya.

Amran Tidak Pernah Masuk Tim Prabowo Subianto

Kabar burung yang menyebut bahwa Amran Sulaiman masuk sebagai tim pemenangan Prabowo Subianto di Pemilu 2019 dibantah keras oleh Indra. Menurutnya isu bergabungnya Ia ke Prabowo sengaja dihembuskan oleh oknum yang ingin mendapat keuntungan dari Amran yang tengah menjadi the rising star di Pemilu 2024 nanti.

“Saya tidak melihat ada orang yang berubah secepat itu. Artinya bukan hanya beliau yang menjadi menteri dan tidak dilantik lagi. Isu itu saya kira hanya ingin mendapat keuntungan dari beliau (Amran Sulaiman).

Leave a Reply

  • (not be published)