Sanctuary of Our Lady of Fatima adalah tempat dimana Bunda Maria pernah menampakkan diri kepada tiga anak, yakni Lucia Santos, Fransisco dan Jacinta (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

PORTUGAL – Fatima adalah sebuah kota yang terletak 142 km (88 mil) di utara Lisbon. Kota ini adalah salah satu tempat terpenting di dunia yang didedikasikan yang dedikasikan oleh umat Katolik.

Saat berada disini, baik turis atau peziarah dari negara lain akan sering kaget saat melihat ketaatan masyarakat Eropa dalam beribadah yang ditunjukkan di tempat ini. Bahkan, di kaki lima pertokoan yang berada di sepanjang jalan kota ini masyarakat kerap adakan doa ritual dalam kelompok. Mereka berdoa sambil menjalankan ibadat jalan salib.

Meski demikian, kota ini tetap saja terlihat modern. Penjual aksesoris seperti kalung rosario, buku doa dan berbagai patung salib bisa dilihat disini.

Mengapa Kota Fatima sangat penting bagi peziarah Katolik dunia?

13 Oktober 1917 adalah tanggal yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh 60.000 orang penduduk Portugal. Sebuah mukjizat yang dikenal dengan istilah “Keajaiban Matahari” menjadi salah satu peristiwa penting dunia yang disaksikan oleh banyak orang.

Saat itu, matahari tampak menari zig zag di langit dan bergerak ke arah bumi dengan pancaran sinar cahaya warna warni. Peristiwa ini berlangsung selama 10 menit dan banyak orang yang menyaksikan peristiwa ini saat itu langsung berlutut mengarah ke langit dan mulai percaya pada tiga orang anak yang berbicara dan melihat penampakan Bunda Maria.

Siapa tiga orang anak yang mendengar pesan untuk dunia dari Bunda Maria?

Tiga anak yang mendapat pesan suci tersebut adalah Lucia Santos, Fransisco dan Jacinta. Berawal dari musim semi tahun 1917, saat tengah bermain di padang rumput, ketiganya melihat seorang wanita berbaju putih yang warnanya lebih cemerlang dari pada matahari. Ketiga anak tersebut mengatakan bila wanita tersebut sangat cantik dan berdiri di atas semak.

Awalnya, ketiga anak ini menyebut wanita tersebut sebagai malaikat karena bersinar seperti kristal. Lucia Abobora (9) dan sepupunya Jacinta (6) serta Francisco Marto (7) saat itu kaget.

“Jangan takut. Aku adalah malaikat perdamaian. Berdoalah bersamaku,” demikian kata Lucia pesan yang Ia dapatkan dari malaikat tersebut. Pengakuan ini dipublikasikan tahun 1976 yang isinya berbagai pesan yang Ia terima dari malaikat tersebut.

Suasana di sekitar Sanctuary of Our Lady of Fatima, Portugal (Foto: Elitha Evinora Tarigan/ THE EDITOR)

Ketiganya mendapat pesan untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia agar berdoa karena Tuhan berjanji akan memberikan kedamaian bagi seluruh dunia jika perintah-Nya ditaati.

Selain itu, ketiga anak ini juga mendapat pesan bila sebagian doa manusia akan dikabulkan dan sebagian lagi tidak.

Orang-orang juga diberitahu untuk mengubah hidup mereka dan meminta pengampunan atas dosa-dosa mereka.

Dan, manusia tidak diizinkan lagi menyinggung Tuhan karena Tuhan sudah terlalu tersinggung.

Dan pesan-pesan ini disampaikan oleh ketiga anak ini kepada keluarga dan sanak saudaranya. Penduduk desa dan bahkan keluarga mereka ada yang tidak percaya pada keterangan anak-anak ini.

Seiring berlalunya minggu dan bulan, semakin banyak umat beriman yang berziarah ke Fatima, dimana anak-anak ini mengaku menerima kunjungan Maria. Orang dewasa yang berkumpul akan berdiri terpaku saat Lucia memimpin dan mulai menggambarkan visinya. Kejadian ini terjadi di masa Perang Dunia I tengah berlangsung.

Kepada ketiga anak ini, malaikat yang akhirnya disebut sebagai Bunda Maria ini meminta agar ketiganya datang pada tanggal 13 setiap bulan untuk berdoa di tempat yang sama.

Ribuan orang mulai berduyun-duyun ke Cova da Iria, tempat penampakan Perawan Maria. Pada tanggal 13 September 1917, 30.000 orang hadir ketika Lucia mengatakan Perawan Maria akan menunjukkan mukjizat kepada setiap orang di hari itu.

“Pada bulan Oktober saya akan melakukan mukjizat agar semua orang percaya,” kata Lucia kepada keluarganya setelah mendengar pesan dari Bunda Maria.

Dan masyarakat mulai ramai memperbincangkan pesan tersebut

Bahkan, pada tanggal 13 Agustus 1917 ketiga anak-anak tersebut dibawa oleh seorang birokrat negara dengan mobil ke Vila Nova de Qurem. Ketiganya diminta untuk menarik kesaksian mereka tentang keajaiban yang akan terjadi di tanggal 13 September 1917 nanti. Namun ketiga anak tersebut menolaknya.

13 Oktober 1917, 70.000 orang memenuhi tempat dimana Bunda Maria menampakkan diri

Sekitar pukul 2 siang, hujan yang saat itu terjadi berhenti dan matahari muncul dari balik awan dan berputar serta bergetar selama 10 menit. Masyarakat Katolik menyebutnya sebagai “Keajaiban Matahari”. Kejadian tidak wajar ini muncul di koran-koran diseluruh Kota Lisbon, Portugal.

Banyak pesan yang diterima oleh ketiga anak ini. Jacinta dan Francisco Marto meninggal karena flu tak lama setelah penampakan Bunda Maria berakhir. Lucia sendiri hidup hingga umur 97 tahun dan meninggal tahun 2005 lalu.

Banyak peristiwa dunia yang disampaikan oleh Bunda Maria kepada Lucia, diantaranya adalah berakhirnya perang dunia I dan awal munculnya perang dunia II. Kedua adalah kejatuhan dan kebangkitan komunis Uni Soviet.

Pesan ketiga yang diperoleh bentuknya seperti perumpaan, dimana Lucia diberitahu bila seorang uskup berkulit putih jatuh ke tanah setelah dihujani tembakan senjata. Peristiwa ini diinterpretasikan gereja akhirnya sebagai peristiwa penembakan Paus Yohanes Paulus ke-II tahun 1981. Paus Yohanes saat itu mengutamakan bahwa Bunda Maria telah menyelamatkan hidupnya.

Leave a Reply

  • (not be published)