Dua orang sedang bermain catur dikerubungi penonton di Tanah Karo, Sumatera Utara atau sebutan oleh orang Belanda kala itu adalah Karolanden (Sumber Foto: Tropenmuseum.nl)

TANAH KARO – Salah satu yang mungkin tidak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Tanah Karo, Sumatera Utara adalah berkunjung ke Kabanjahe untuk melihat Tugu Catur yang berada di Jalan Kapten Pala Bangun, Lau Cimba, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sejarah mencatat bahwa alasan patung catur kepala kuda itu dibangun karena pernah terdengar seorang pria asal Tanah Karo bermain olahraga yang mengutamakan kecerdasan dan strategi ini ke seluruh dunia. Dia adalah Sinarsar Purba, pecatur handal Indonesia yang berlaga di Belanda tahun 1930-an.

Catur merupakan salah satu olahraga yang digemari oleh penduduk Karo. Hampir di setiap kedai kopi pasti tersedia papan catur untuk dimainkan oleh pengunjung atau pembeli. Tidak hanya laki-laki, perempuan juga menaruh minat banyak pada olahraga yang satu ini. Sayangnya hingga di era modern ini hanya laki-laki yang menghabiskan waktu berlama-lama di kedai untuk bermain catur.

Sejarah olah raga catur dari Tanah Karo memang sangat ramai dibicarakan di era 1970 hingga 1980. Semua orang ingat bagaimana di era keemasan Olimpiade tiga putra asal Tanah Karo berhasil jadi pecatur terbaik Indonesia, mereka ialah Cerdas Barus, Monang Sinulingga dan Nasib Ginting. Cerdas Ginting sendiri adalah seorang pecatur tuna rungu yang berhasil menjadi Grandmaster super dan berhasil mengantongi rating diatas 2500 saat itu.

Kehebatan pecatur Indonesia memang menggema hingga ke seluruh dunia saat Sinarsar Purba mampu melawan Max Euwe, seorang pecatur asal Belanda yang kemudian menjadi Ketua Federasi Catur Internasional (FIDE) di tahun 1970 sampai 1978.

Selain sebagai pecatur, Max Euwe adalah seorang matematikawan dan penulis, Ia juga adalah pemain kelima yang menjadi juara catur dunia di tahun 1935 sampai 1937. Dengan kata lain, Sinarsar Purba melawan seseorang yang sangat jenius dikala itu.

Leave a Reply

  • (not be published)