Penerbangan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 9830 dengan rute Riyadh menuju Jakarta tetap penuh meski dunia diterpa pandemi corona (Sumber Foto; Muhammad Austin)

RIYADH – Penerbangan dari Riyadh menuju Jakarta ramai oleh penumpang.

Hari ini, Rabu (19/8), pesawat Garuda Indonesia yang membawa penumpang dari Bandara Internasional King Khalid penuh sesak oleh penumpang yang ingin kembali ke Tanah Air.

Muhamad Austin, salah satu penumpang di pesawat GA 9830 mengatakan kepada The Editor bahwa di musim pandemi corona seperti sekarang ini ternyata tidak mengurangi minat penumpang untuk berhenti terbang.

“Di musim corona ternyata penumpang tetap ramai,” celetuk Austin sembari menunjukkan suasana dalam pesawat kelas ekonomi yang penuh tanpa jeda sedikit pun.

“Penumpang kelas bisnis sepertinya tidak seramai ini,” jelasnya.

Setibanya di Indonesia, Austin harus menginap di salah satu hotel bintang lima di kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Tujuannya adalah untuk mengikuti masa karantina yang mengharuskan semua penumpang untuk mengikuti layanan PCR (Tes Swab).

Dari dokumen layanan tes PCR tersebut diketahui bahwa bagi penumpang yang tidak memiliki hasil PCR/ Tes Swab akan menjalani proses rapid test di area kedatangan Bandar Udara Soekarno Hatta. Apabila hasil rapid test dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Cengkareng menunjukkan hasil non reaktif, maka sebagai persyaratan dari pemerintah Indonesia untuk melengkapi dokumen PCR/Swab test.

Dalam dokumen tersebut juga tersedia tiga pilihan, pertama layanan Garuda Indonesia dengan biaya PCR/Swab sebesar Rp1.500.000. Lokasi karantinanya berada di Swiss Bell Hotel Airport. Harga kamar per satu malam adalah Rp650.000 per malam termasuk pajak. Dengan layanan ini hasil PCR/tes Swab akan didapatkan dalam satu hari.

Kedua adalah layanan hotel Satgas Covid-19 dengan biaya PCR/Swab gratis. Lokasi karantina adalah Novotel Gadjah Mada, Mercure Jakrta Kota, Mercure Batavia, Pullman Hotel Central Park, Grand Mercure Kemayoran dan lain sebagainya. Harga kamar per harinya menyesuaikan dengan tarif yang dikenakan oleh pihak manajemen hotel.

Ketiga adalah layanan satgas Covid-19 dengan biaya PCR/tes Swab gratis. Lokasi karantina yang disediakan adalah wisma pademangan dan asrama haji pondok gede. Disini, peserta karantina tidak perlu membayar biaya hotel.

Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang telah menjalani PCR/ tes Swab melalui fasilitas di atas dan memiliki hasil PVR/tes Swab dengan hasil positif wajib mengikuti seluruh prosedur yag ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam mendapatkan perawatan yang optimal.

Leave a Reply

  • (not be published)