Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy (The Editor)

JAKARTA – Sebagaimana diketahui, Direktur Pembiayaan Pertanian Dirjen PSP Indah Megahwati merekrut suaminya sendiri, Gus Rohim sebagai Ketua Tim Percepatan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Nur Budi Hariyanto sebagai Tim Percepatan Asuransi Pertanian dan KUR di Dirjen PSP.

“Saya baru tahu dari berita yang kamu (The Editor) tulis. Sebelumnya saya tidak tahu sama sekali. Dan sampai saat ini Sk-nya pun sama sekali belum pernah saya lihat seperti apa,” ujar Sarwo Edhy kepada The Editor, Kamis (25/3).

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Misbah Hasan sempat mengatakan bila sikap Direktur Pembiayaan PSP Kementan sudah masuk ranah nepotisme. Ditambah lagi, pertimbangan pengangkatan kedua pegawai non PNS tersebut belum diketahui.

Baca juga: DIREKTUR PEMBIAYAAN PSP KEMENTAN REKRUT SUAMI SENDIRI SEBAGAI KETUA TIM PERCEPATAN PENYALURAN KUR DAN KERAP MENGAKU SEBAGAI ANAK ANGKAT WAPRES MARUF AMIN, APA KATA ICW DAN FITRA?

Terkait hal tersebut, Sarwo mengatakan sepanjang kedua orang tersebut tidak meminta imbalan saat mensosialisasikan bantuan KUR terhadap petani maka hal tersebut dibenarkan olehnya. Namun, Sarwo enggan menjawab kualifikasi apa yang dimiliki oleh keduanya hingga dipercaya oleh anak buahnya menjadi ketua tim penyaluran KUR.

Sarwo juga mengaku tidak tahu kabupaten dan kota mana saja yang pernah jadi wilayah tugas Gus Rohim dan Nur Budi Hariyanto saat menyalurkan KUR. Sarwo juga mengaku tidak tahu berapa target penyaluran KUR yang berhasil dua orang tersebut kerjakan.

“Saya tidak tahu, silahkan tanya Bu Indah Direktur Pembiayaan. Saya menerima laporan secara global saja. Rinciannya di beliau,” ujar Sarwo.

Kata Sarwo, tim Dirjen PSP Kementan yang Ia telah tentukan bekerja untuk menjangkau 540 kabupaten dan kota. Semuanya mendapat biaya operasional dari Kementan. Namun, untuk Gus Rohim dan Nur Budi Harianto mengatakan keduanya tidak digaji oleh Kementan. Dan, keduanya juga tidak mungkin akan dipercaya oleh petani saat mereka turun ke lapangan.

“Perlu diketahui, dana KUR itu ada di bank. Para petani mendaftar, mengisi blanko isian di lampiri syarat yang ditentukan. Apabila hasil verifikasi bank dinyatakan layak maka pihak bank akan langsung mentransfer uang tersebut langsung ke rekening petani yang bersangkutan. Petani menggunakan uang pinjaman KUR tersebut sesuai dengan kegiatan di bidang pertanian yang sdh direncanakan,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Direktur Pembiayaan PSP Kementan Indah Megahwati enggan memberikan data penerima KUR dibawah satuan kerja yang Ia pilih. Padahal data penerima KUR sifatnya terbuka sebagaimana aturan yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Saya dapat data dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan). Silahkan anda ke Kemenkeu dan Kementerian UMKM,” katanya.

Sebagai info, sistem penyaluran KUR sendiri dibagi ke beberapa kementerian yang kemudian didistribusikan ke masing-masing eselon atau dirjen. Saat dikonfirmasi kembali tentang data ini, Indah justru bersikap ketus. “Ya minta saja sendiri ke eselon 1,” kata Indah lagi.

Penyaluran KUR Berhasil Karena Penyuluh Pertanian Bukan Yang Lain

Sarwo juga menjamin tidak akan ada oknum yang bisa mengklaim kinerja penyaluran KUR karena penyuluh pertanian yang jumlahnya ribuan tersebar di 540 kabupaten dan kota. Karena santer terdengar kabar bila ada oknum di Dirjen PSP Kementan yang ingin maju sebagai calon anggota legislatif. Program penyaluran KUR ini dicurigai jadi bancakan beberapa calon anggota dewan untuk memenangkan dirinya di pemilihan legislatif mendatang.

“Bukan. itu kinerja tim PSP yang melibatkan banyak pihak. Mana mungkin hasil kerja mereka (Gus Rohim dan Nur Budi Harianto), hanya dua orang mana mungkin bisa menjangkau 540 kabupaten/kota. Biaya operasionalnya dari mana? Sedang mereka tidak digaji dan mana mungkin para petani percaya. Tim kami sangat kuat karena semua terlibat dari pusat, Distan Povinsi, Distan Kabupaten dan melibatkan para penyuluh yang jumlahnya ribuan yang tersebar di 540 kabupaten/kota. Tanpa mereka (penyuluh) mana mungkin realisasi KUR sebaik itu,” ungkapnya.

Untuk diketahui, tahun 2021 alokasi penyaluran KUR di sektor pertanian mencapai Rp70 Triliun. Nilai ini meningkat Rp20 Triliun dibandingkan tahun 2020 kemarin yang hanya berkisar di angka Rp50 triliun.

Video pernikahan resmi Gus Rohim dan Indah Megawati terunggah di media sosial Youtube (silahkan klik di https://www.youtube.com/watch?v=rxF3Rcqczso.)

Selain itu, Gus Rohim sendiri diketahui juga menjabat sebagai anggota Tim Sukses Pilpres Rumah Cokro di Jalan HOS Cokroaminoto nomor 42A, Jakarta. Rumah yang juga merupakan posko Arus Baru Indonesia (ARBI) ini adalah media center calon wakil presiden Maruf Amin sejak 24 September 2018. Indah Megahwati sendiri diketahui pernah berkunjung ke lokasi tersebut. Indah juga kerap mengaku sebagai anak angkat Wakil Presiden RI Maruf Amin.

Leave a Reply

  • (not be published)