JAKARTA – 30 Triliun digelontorkan oleh pemerintah pusat kepada perbankan nasional untuk membiayai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Minggu (5/7).

Pasar Madiun, Jawa Timur (Fotografer : Kontributor Malang untuk The Editor

Sri Mulyani juga berharap perbankan dapat memberikan pembiayaan kepada UMKM dengan suku bunga yang lebih murah. Di setiap tahap kelanjutan program ini pemerintah juga mengikut sertakan Bank Pembangunan Daerah.

“Agar perbankan dapat dengan cepat memberikan pembiayaan kepada UMKM,” jelas Sri Mulyani lewat akun Instagramnya.

Kepada UMKM, lanjutnya, pemerintah menyediakan perlindungan melalui insentif pajak dan subsidi bunga atau kredit. Selain itu diberikan pula restrukturisasi atau tambahan kredit UMKM dan penjaminan kredit modal kerja UMKM.

Menurut Sri Mulyani, langkah ini harus diambil karena dinilai sebagai langkah utama dalam pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi corona. Karena diketahui ternyata semakin banyak pelaku UMKM yang sulit bangun dari kondisi seperti sekarang ini. Banyak hal baru yang dilakukan oleh peserta UMKM untuk bertahan hidup, sayangnya modal kerja sangat terbatas.

Sri Mulyani mengklaim cara ini mampu perkuat akses pasar dalam negeri yang potensinya dinilai cukup besar dengan mengutamakan konsumsi produk dalam negeri. “Produk hasil kreativitas anak bangsa telah banyak terbukti mampu bersaing dan tidak kalah dengan produk asing. Saya tidak pernah ragu,” jelasnya.

Netijen Tidak Percaya

Beberapa netijen ternyata kurang yakin dengan pernyataan Sri Mulyani tersebut. Langsung di akun Instagramnya di @smindrawati, netijen ternyata menyampaikan kritikan yang sinis terhadap program diatas.

Misalnya: akun @ifanmartha yang mengaku tidak percaya akan mendapatkan modal pinjaman ke bank setempat karena dari pengalaman pribadinya, pihak bank ternyata menolak pinjamannya saat semua persyaratan sudah dipenuhi.

“Maaf Bu, tapi di lapangan seruan Ibu ini cuma jadi omong kosong. Buktinya saya ngajuin pinjaman modal untuk usaha yang berhenti akibat pandemi ke dua bank pemerintah malah dipersulit. Bahkan ketika semua syarat-syarat (sudah) lengkap pun (masih) susah banget buat dapat bantuan,” terang @irfanmartha.

“Semoga di lapisan bawah mendapat perlakuan seperti yang digemborkan di atas,” ujar akun @aurizasatifa.

“Semoga kebijakan ini tepat sasarandan tepat guna serta bisa menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga kita bersama segera bisa melewati masa sulit ini,” kata akun @ribbonliciouss.

Leave a Reply

  • (not be published)