Pria Yahudi Ultra-Ortodoks berdoa di Tembok Ratapan mendoakan puluhan korban yang tewas saat menghadiri festival keagamaan pada Jumat, 30 April 2021 (Foto: REUTERS/Ammar Awad)

ISRAEL – Puluhan warga Israel berdoa di Tembok Ratapan pada Minggu (2/5) untuk mendoakan korban tewas akibat kecelakaan yang terjadi saat festival tengah berlangsung. Akibat kecelakaan tersebut , lebih dari 20 korban dimakamkan setelah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwajib.

“Kami semua patah hati, sedih, hancur berkeping-keping. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan perasaan orang-orang di seluruh negeri,” kata Rabbi Velvel Brevda (66) saat ditemui usai doa bersama di Gunung Meron, Minggu (2/5).

The Star juga mengabarkan bahwa media-media di Israel memperkirakan sekitar 100.000 orang hadir di acara yang berlangsung pada Jumat (30/4) malam. Angka pengunjung ini diatas ambang keamanan dalam protokol Covid-19 namun diizinkan karena negara ini lebih cepat dalam hal pemberlakuan program vaksinasi kepada masyarakatnya dibandingkan negara lain.

Namun, banyak pihak mempertanyakan aturan tersebut. Mereka ingin tahu apa alasan pemerintah dan polisi sampai memberi izin bagi penyelenggara untuk menghadirkan tamu sekitar 100.000 di festival tersebut. Karena untuk diketahui, di tahun sebelumnya penyelenggaraan acara semacam itu masih dicap sangat berbahaya karena penyebaran virus corona masih dianggap sangat berbahaya.

Bahkan, oleh inspektur negara, perayaan yang mengundang banyak orang secara bersamaan tidak diizinkan karena akan mendapat larangan keras dari para Rabi dan politisi ultra-Ortodoks berpengaruh.

“Diperlukan penyelidikan menyeluruh,” kata Menteri Kebudayaan Hili Tropper kepada radio publik Kan.

“Bencana mengerikan ini akan membantu semua orang memahami bahwa seharusnya tidak ada tempat di mana negara tidak menetapkan aturan,” jelasnya.

Saat ini, penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlangsung. Pihak kepolisian dilibatkan untuk mencari tahu penyebab tewasnya puluhan orang. Organisasi-organisasi yang terlibat dalam festival tersebut juga ikut diperiksa oleh pihak berwajib.

Saksi mata melihat puluhan anak-anak terlihat tertumpuk satu sama lain mencoba membebaskan diri dari kepanikan yang tengah terjadi. Pihak berwenang mengatakan banyak diantara anak-anak tersebut terluka dan tewas.

 

Leave a Reply

  • (not be published)