JAKARTA – Di masa pandemic Corona seperti ini ternyata menghasilkan penjual produk pertanian yang kreatif. Di kawasan Bukit Dago, Gunung Sindur, Jawa Barat misalnya, ibu pedagang sayuran yang biasa menjajakan barang jualannya dengan kereta dorong sekarang berubah dengan menggunakan teknologi seperti Whatsaap. Mereka tidak ragu bersaing dengan toko pertanian online yang mulai marak muncul beberapa tahun terakhir ini. Pembeli dimanjakan dengan sistem pesan antar barang belanjaan dengan harga yang relevan dengan toko online.

Dokumen : Pribadi

Benita Christie (36) salah satu warga di Bukit Dago dan juga adalah pelanggan tetap sistem ini. Ia mengatakan setiap pagi penjual sayur akan mengantarkan barang yang Ia butuhkan setelah di hari sebelumnya dipesan. Mereka mulai mengadopsi cara modern saat menjajakan barag dagangannya agar tidak digerus toko besar yang mampu menyediakan tenaga ahli.  Dengan harga yang bersaing, penjual sayur keliling ini katanya sangat aktif merespon permintaan pelanggan setiap hari.

Para pedagang ini menulis bumbu dapur ditulis dengan cara yang unik tapi cukup bisa dimengerti. Contoh, baput alias bawang putih dihargai sebesar Rp35.000 per kilogram, bamer alias bawang merah seharga Rp55.000, bawang bombay Rp28.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp22.000 per kilogram, cabai rawit Rp25.000 per kilogram, tomat Rp16.000 per kilogram, wortel berastagi Rp20.000 per kilogram.

“Tidak tahu apakah ibu penjual sayurnya jualan sayur di pasar atau tidak tapi di sekitar tempat saya tinggal kurang lebih harganya memang segitu,” ujar Benita kepada The Editor, Minggu (31/5).

Selain oleh penjual sayur keliling, Ibu Benita juga mendapat tawaran produk pertanian dari toko online yang sudah terkenal. Fresh.id demikian nama yang tertera di bagian atas selembar kertas yang Ia terima. Dan berikut adalah harga yang ditawarkan untuk produk serupa, yaitu bawang putih dihargai sebesar Rp35.000 per kilogram, bawang putih cutting Rp38.000 per kilogram, bawang putih kupas Rp40.000 per kilogram, bawang merah besar dihargai sebesar Rp55.000, bawang merah ekonomis Rp45.000 pr kilogram, bawang merah kupas Rp60.000 per kilogram, bawang bombay Rp40.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp20.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp25.000 per kilogram, tomat Rp12.000 per kilogram, wortel sayur Rp12.000 per kilogram.

Dari dua penjual diatas diketahui terdapat perbedaan harga yang sangat signifikan untuk komoditi bawang bombay. Penjual keliling memberi harga Rp28.000 per kilogram, sementara itu Fresh .ID menjual dengan harga yang cukup tinggi yaitu Rp40.000 per kilogram.

Tidak ada perbedaan harga yang mencolok untuk komoditi bumbu dapur lainnya. Contoh, harga cabai merah keriting di pedagang sayur keliling dihargai Rp22.000 per kilogram. Sementara itu di selebaran kertas milik Fresh.ID cabai merah keriting dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram.

Beda lagi dengan Toko Tani Indonesia milik Badan Ketahanan Pangan. Disini harga bahan pangan ditawarkan dengan harga yang sangat murah. Diketahui harga cabai merah keriting dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, cabai rawit Rp15.000 per kilogram, bawang putih Rp21.000 per kilogram, bawang merah Rp34.000 per kilogram, bawang merah Brebes Rp39.000 per kilogram, daging ayam Rp30.000 per kilogram, telur Rp22.000 per kilogram atau Rp41.000 per tray, daging sapi untuk sop Rp75.000 per kilogram, daging sapi untuk rendang Rp80.000 per kilogram dan daging sapi untuk rendang Rp 85.000 per kilogram.

Untuk kawasan Tanah karo, Sumatera Utara, tepatnya di Pajak Kabanjahe terjadi ketimpangan harga untuk komoditi bumbu dapur. Tanah Karo selaku produsen produk pertanian ternyata tidak mampu menjual produk pertanian mereka semahal Jakarta. Diketahui penjual hanya mau membeli hasil bumi petani untuk cabai merah keriting Rp8.000 per kilogram, terung anta boga Rp800 per kilogram, cabai rawit Rp10.000 per kilogram. Sementara masyarakat harus membeli harga mahal untuk komoditi pangan yang berasal dari daerah lain seperti bawang putih Rp25.000 per kilogram, telur satu papan Rp38.000 Dan bawang merah Rp50.000 per kilogram.

Pertanyaannya adalah bila di pasar harga yang dibeli konsumen semurah itu, bagaimana dengan nasib petani yang menjual hasil pertanian mereka? Dipastikan harganya jauh dibawah standar jual pasar penjualan bumbu dapur dan sayuran. Bagaimana dengan daerah anda?

Leave a Reply

  • (not be published)