Rumah Sibayak Pa Mbelgah yang dilengkapi dengn Geriten dan sarang burung di Kabanjahe, Sumatera Utara (1920-1925). (Sumbr Foto: Pinterest)

TANAH KARO – “Kalau kami terpilih maka kita akan bangun pusat rehabilitasi narkoba buat korban yang membutuhkan,”.

Demikian diungkapkan oleh Budianto Surbakti, calon Wakil Bupati Tanah Karo terkait visi dan misinya bila terpilih menjadi orang nomor 1 di Kabupaten Karo nantinya dalam wawancaranya hari ini di Tribun Medan, Sabtu (7/11).

Untuk pengedar dan pemakai yang selama ini terlibat dalam perputaran bisnis narkoba, Budianto mengimbau untuk segera berhenti karena di era mereka nantinya pihak berwajib akan ikut ambil bagian dalam pemberantasan obat-obatan terlarang di kabupaten ini.

Tak hanya pihak kepolisian, Budianto mengklaim akan membangun sistem baru di 269 desa yang ada di Tanah Karo dengan sistem yang sama seperti di Bali, yaitu dengan membentuk Pecalang.

Pecalang adalah petugas keamanan adat yang bekerja tanpa gaji di Bali. Mereka adalah tokoh masyarakat yang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga adat istiadat masyarakat Bali. Pecalang memiliki peran penting seperti polisi. Namun, tugas dan kewajiban pecalang hanya berkaitan dengan adat. Tetapi pecalang mampu menjaga keamanan desa-desa di Bali.

“Di Bali seperti itu, kota wisata, pertaniannya ada. Tingkat kriminalitasnya rendah sekali. Saya harap Tanah Karo kedepannya seperti itu,” jelas Budianto.

Agar berjalan sempurna, Budianto berjanji akan memberikan gaji kepada pecalang yang akan bekerja memantau kondisi desa-desa di Tanah Karo. Pecalang ini akan diambil dari tokoh adat di desa setempat.

Rencana ini menurut Budianto sangat tepat karena selama ini banyak kepala desa yang mengaku tidak tahu tentang praktek judi dan narkoba yang terjadi di wilayahnya.

“Masa ada judi narkoba kepala desa tidak tahu, harus tahu itu. Siapa yang bertanggung jawab? ya harus tahu (kepala desa),” pungkasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)