JERMAN – Zugspitze adalah gunung tertinggi yang ada di Jerman sekaligus surga bagi para pencinta olah raga ski.

Puncak tertinggi Jerman Gunung Zugspitze (Foto: Dilla Sausan/ THE EDITOR)

Gunung Zugspitze berada di ketinggian 2.962 meter diatas permukaan laut. Para pencinta ski dan olahraga boarding dapat menikmati salju alami selama enam bulan dalam setahun di tempat ini. Tapi bagi para penikmat wisata yang tidak suka bermain ski, Zugspitze justru jadi tempat yang sangat menarik.

Pemandangan dari atas puncak gunung ini sangat spektakuler dimana mata anda akan dimanjakan panorama 400 puncak gunung yang tersebar di empat negara. Dengan kata lain pengunjung dapat menikmati rangkaian Pegunungan Alpen yang membentang di perbatasan Jerman dan Austria.

Untuk menuju Zugspize, kami naik kereta dari Munich, Jerman. Kami memilih kereta bebas hambatan yang diperuntukkan khusus untuk para pencinta ski, yakni tiket kereta Garmisch Ski. Selain diizinkan membawa peralatan ski yang berat dan besar, di kereta ini penumpang tidak perlu lagi membayar tiket untuk naik ke area gletser ski zugspitze.

Harga tiket yang harus dibayar untuk tiket pulang pergi dengan kereta ini adalah 60 euro atau sekitar Rp950.000 per orang. Tiket ini dapat dibeli di Stasiun Utama Kota Munich.

Setelah melalui perjalanan selama lebih dari dua jam, akhirnya kami tiba di Stasiun Garmisch-Partenkirchen. Dari sana kami harus lanjutkan perjalanan berikutnya dengan kereta menuju Zugspitze. Kami sempat kebingungan karena stasiun menuju puncak Gunung Zugspitze ternyata berbeda.

Di tengah guyuran hujan salju dan jalanan yang basah akibat es yang mencair, kami akhirnya lanjutkan perjalanan ke stasiun lain yang berjarak hanya lima menit dari stasiun akhir tadi.

Saat tiba di stasiun kami langsung mencari kereta menuju Zugspitze. Sebelum itu kami harus melewati petugas khusus agar tiket terusan yang telah kami beli dari Munich bisa dipergunakan.

Bila tiket hilang maka kami diharuskan membeli tiket baru seharga 15 euro per orang. Setelah melewati pemeriksaan akhirnya kami naik kereta yang sudah menanti para pelancong dimana sebagian diantaranya terlihat membawa alat ski dan boarding mereka.

Dari sini pemandangan ratusan hektar hutan pinus yang ditutup salju mulai terlihat. Di sepanjang perjalanan kami sangat terhibur dan sibuk memotret dari setiap sudut kereta karena pemandangan diluar sangat spektakuler.

Daun pohon pinus yang dipenuhi salju terlihat sangat mengagumkan, Apalagi saat terpapar sinar matahari. Dua jam berlalu dan tibalah kami di Hausberg, tujuan akhir dari kereta yang kami tumpangi.

Begitu kereta berhenti, seluruh penumpang bersiap antri turun menuju kereta gantung yang berada tak jauh dari pintu keluar kereta. Jadi pengunjung yang datang kesini sebenarnya tidak perlu khawatir akan sulitnya medan pendakian yang akan dilalui karena telah tersedia cable car berteknologi canggih yang akan membawa pengunjung ke puncak gunung. Bisa dikatakan tempat ini memang khusus dibuka untuk pengunjung Yang ingin duduk dan menikmati iklim pegunungan.

Meski demikian tidak bisa dipungkiri memang ada rasa ngeri yang muncul saat melihat tebing gunung langsung dari atas cable car. Ditambah lagi suara dari mesin tersebut lebih mirip suara kapal tongkang yang tengah bongkar muat saat berhenti.

Meski pelan, kepala saya tetap pusing saat mesin berhenti bergerak, begitu melangkahkan kaki keluar dari cable car seketika angin kencang menerpa tubuh kami sampai harus pegangan ke pembatas kayu.

Saat menoleh ke bawah hanya terlihat awan yang menutupi seluruh area gunung. Inilah puncak tertinggi Gunung Zugspitze yang tidak tertutup awan.

Kami hanya bisa menikmati waktu sekitar 10 menit diluar gardu pandang karena tak lama kemudian hujan salju disertai angin kencang mulai menyerang setiap pengunjung.

Rasa dingin luar biasa menyeruak ke tubuh kami dan satu-satunya cara agar tidak membeku adalah masuk ke ruang penghangat. Tersedia sinyal wifi, cafe dan toko souvenir di area gardu pandang yang hanya menerima tamu maksimal 500 orang per jam.

Leave a Reply

  • (not be published)