KOREA – Hwaseong Haenggung adalah istana kedua bagi keluarga kerajaan para raja Joseon sejak dinasti Raja Jeongjo di tahun 1776 – 1800. Selain digunakan sebagai tempat pengungsian para raja selama perang, istana ini juga dijadikan sebagai tempat beribadah.

Halaman depan Istana Musim Panas Hwaseong Haenggung (Fotografer: Elitha Evinora Tarigan)

Sebagai salah satu istana terbesar di jamannya, hingga kini pemerintah Korea Selatan terus berupaya untuk mengenalkan kebudayaan para raja jaman dahulu lewat drama dan festival. Terdapat total 600 ruangan di istana ini, jadi saat anda berada disana pastikan tidak tersesat karena bangunan depan, tengah dan belakang memiliki luas yang tidak main-main.

Saat tidak dipakai oleh raja, istana ini dijadikan sebagai kantor pemerintahan. Salah satu alasan yang membuat Kota Suwon dipilih karena letaknya tidak jauh dari Seoul, hanya 30 kilometer di selatan Seoul.

Dari sejarah diketahui bila istana ini pernah menggelar sebuah pesta akbar untuk merayakan ulang tahun ke-60 ibunda raja tepatnya di aula utama tempat raja biasa menemui para tamu yang disebut Bongsudang. Diceritakan bahwa saat pesta tersebut berlangsung seluruh rakyat jelata bisa masuk ke istana dan berbaur tanpa batas. Halaman yang disebut Bongsudang tersebut juga adalah tempat dimana pernah diadakan acara Hyegyeonggung Hong yang menyediakan 12 macam hidangan pembuka, 70 makanan utama dan 42 macam bunga dekorasi.

Dibalik panggung festival Istana Musim Panas

Untuk diketahui, pengunjung  tidak bisa sembarangan masuk ke setiap ruangan. Pemerintah setempat hanya menyediakan spot foto di tempat tertentu dengan syarat tidak bisa dipegang atau diinjak. Dari depan pintu masuk pengunjung dapat melihat gedung berarsitektur kuno dimana di dalamnya anda dapat melihat singgasana raja jaman dahulu lengkap dengan perabotnya.

Selain itu pengunjung hanya diizinkan menikmati bagian luar bangunan istana saja. Selebihnya bagian dapur atau gudang dikunci rapat dengan gembok berukuran besar. Intinya, pengunjung hanya bisa menikmati miniatur kecil di bagian dalam istana tapi tidak seluruhnya. Agar bisa dinikmati, pihak pengelola menyediakan sebuah ruangan yang didekor khusus sesuai dengan interior asli jaman dahulu yang dilengkapi manekin.

Serial drama yang pernah syuting di istana ini adalah Moon Embracing the Sun (2012), Rooftop Prince (2012), Deep Rooted Tree (2011), The Princess’ Man (2011), Lee San, Wind of the Palace (2007), Insu, The Queen Mother (2011), Queen and I (2012), The King and I (2007), Masquerade (2012).

Di jaman modern ini di halaman depan istana digelar beberapa pertunjukan seni bela diri sekelas festival. Perhatikan jadwal pagelarannya dengan seksama karena biasanya festival akan dibatalkan saat terjadi badai salju. Jam buka istana ini adalah setiap hari di bulan Maret hingga Oktober dari pukul 09.00 – 18.00. Sementara itu di bulan November-Februari dibuka pukul 09.00 – 17.00.

Tiket masuk yang harus dibayar adalah 1.500 won (dewasa), 1.000 won (remaja), 700 won (anak-anak). Bagi lansia diatas umut 65 tahun dan anak-anak di bawah umur 6 tahun tiket diberikan secara gratis. Tersedia juga pemandu wisata tapi perlu direservasi sebelumnya.

Leave a Reply

  • (not be published)