Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan (Foto: Instagram hendratiagunawanlubisofficial/ THE EDITOR)

JAKARTA – Banyak orang yang tidak tahu bahwa tubuh tidak bisa dipaksakan berolah raga di semua tempat, termasuk di sarana olah raga seperti klub fitnes. Alasannya adalah karena tubuh rentan mengalami cidera bila tidak dipahami kondisinya.

Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan mengatakan ada tahapan yang harus dilalui sebelum konsumen memutuskan untuk bergabung di klub fitnes, diantaranya adalah harus sehat jasmani dan rohani.

“Sangat perlu juga bagi yang memiliki riwayat kondisi kesehatan seperti jantung, paru-paru, diabetes dan permasalah di persendian biasanya calon member harus konsultasi ke pihak medis atau yang ahli dalam bidangnya atau yang berkompeten guna membantu Personal Trainer membuatkan design Program sesuai dengan kebutuhan tubuh member itu sendiri dan meminimalisir Accident risk,” ungkapnya kepada The Editor, Senin (30/6).

Bila keterangan medis sudah diperoleh, lanjut Hendra, maka personal trainer akan langsung melakukan tes kesehatan kepada klien untuk memastikan kembali kondisi kesehatan, fisik serta mengetahui lebih dalam apa tujuan atau tujuan member itu sendiri.

Setelah melalui beberapa tahapan member melakukan sesi Personal Training 1:1 yang biasanya akan diikuti dengan body assessment. Dalam proses itu personal trainer bisa mengetahui bagian tubuh mana dari klien yang harus di perbaiki agar menjadi sempurna.

Namun, lanjut Hendra, bila klien terlanjur mengalami cidera, maka personal trainer akan memulai sesi olah raga dengan pemanasan untuk memperluas ruang gerak klien.

Beberapa latihan wajib yang selama ini Hendra lakukan untuk menyembuhkan cidera pada tubuh klien melalui olah raga adalah sebagai berikut:

Private Trainer Fitness First Hendra Tia Gunawan (Foto: Instagram hendratiagunawanlubisofficial/ THE EDITOR)

1. Stretching Statis

Jenis peregangan ini merupakan satu di antara dilakukan yang cukup menantang. Namun, jika dilakukan secara teratur akan terasa nyaman. Stretching statis biasanya berkisar antara 10-30 detik.

2. Stretching Dinamis

Peregangan dinamis dilakukan dengan bergerak melalui berbagai tantangan di luar. Stretching dinamis sangat dianjurkan untuk dilakukan berulang kali, biasanya hingga 10-12 kali.

3. Stretching Pasif

Stretching pasif merupakan jenis peregangan yang memakai bantuan dari luar. Bantuannya beragam, mulai dari yang sederhana seperti berat tubuh, tali, gravitasi, orang lain, atau perangkat peregangan.

4. Stretching Aktif

Selain stretching pasif ada pula peregangan aktif. Stretching aktif merupakan peregangan yang melibatkan kontraksi otot yang bertentangan dengan apa yang diregangkan.

5. Stretching Isometrik

Selain stretching statis, dinamis, pasif dan aktif, ada juga peregangan isometrik. Dalam melakukan peregangan isometrik seseorang menolak peregangan dengan cara menarik otot ke posisinya.

6. Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

Proprioceptive Neuromuscular Facilitation atau yang disingkat dengan PNF. Stretching jenis ini menggabungkan peregangan isometrik, statis, serta pasif untuk meningkatkan fleksibilitas otot Anda. PNF merupakan bentuk lanjutan dari pelatihan fleksibilitas yang juga bisa membantu meningkatkan kekuatan.

Habis olahraga biasanya badan akan terasa bugar, tapi keesokan harinya malah muncul nyeri otot. Kondisi ini dinamakan DOMS (Delayed-Onset Muscle Soreness). Hal ini sering terjadi pada orang yang suka berolah raga dan kondisi tersebut sebaiknya tidak disepelekan. Hendra yang telah berkecimpung di Fitness Industry lebih 12 tahun ini menerapkan 3 poin agar cidera semacam itu tidak terjadi, yaitu menjaga pola makan, menjaga pola tidur atau istirahat dan menjaga pola olah raga.

“Dan agar cedera tidak berkepanjangan biasanya itu karena respon tubuh kita yang berbeda-beda salah satunya yang sering kita sebut DOMS,” ungkapnya.

“Kalau kita lakukan secara konsisten dan komitmen kita badan tetap bugar, fit, goals tercapai dan olah raga terhindar dari yang namanya cedera berkepanjangan. Apa lagi situasi pandemi yang mengharuskan kita agar immunity system harus terjaga salah satunya dengan tetap patuhi Protokol kesehatan dan tetap berolah raga,” pungkasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)