JAKARTA – Meski sempat mendapat kendala di Serbia, proses pemulangan pembobol Bank BNI Maria Pauline Lumowa berlangsung dengan lancar.

Maria Pauline Lumowa baju orange) dalam perjalanan menuju Indonesia (Foto: Dokumen Pribadi)

Dalam tayangan video yang diterima redaksi, Maria Pauline terlihat dikawal oleh petugas keamanan saat berada di bandara. Namun sebelum itu, Ia harus melalui serangkain tes kesehatan sebelum dipulangkan kembali ke Tnah Air. Maria Pauline mendarat di Bandara Soekarno Hatta Kamis (9/7) pagi.

Dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, Maria Pauline dan interpol tampak berbincang akrab saat menumpang kereta cepat di negara tersebut.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan proses ekstradisi Maria Pauline Lumowa tak lepas pula dari asas resiprositas atau timbal balik. Dimana Indonesia mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015.

Penangkapan itu, kata Yasonna, dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham.

Kata Yasonna, keseriusan dengan permintaan percepatan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa didukung oleh Serbia. Dengan selesainya proses ekstradisi ini, berarti berakhir pula perjalanan panjang 17 tahun upaya pengejaran terhadap buronan bernama Maria Pauline Lumowa. Ekstradisi ini sekaligus menunjukkan komitmen kehadiran negara dalam upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia,” ucap Yasonna.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kasus Maria Pauline Lumowa https://theeditor.co.id/salah-satu-negara-di-eropa-coba-gagalkan-proses-ekstradisi-maria-pauline-lumowa-pembobol-bank-bni/

Leave a Reply

  • (not be published)