Bagian depan Kuil Fushimi Inari yang selalu ramai dikujungi wisatawan (Foto: Ninis untuk The Editor)

JEPANG – Selain itu, juga penting untuk mengetahui bagaimana sebenarnya tata cara dan norma kesopanan masyarakat Jepang saat masuk ke dalam kuil. Untuk itu, The Editor mengenalkan tata cara masuk ke dalam kuil saat berada di Kuil Fushimi Inari yang berada di Kyoto, Jepang.

Hal pertama yang perlu anda lakukan saat menginjakkan kaki di halaman kuil adalah dengan membungkukkan badan atau menganggukkan kepala anda dengan penuh sopan ke arah altar yang ada tepat di depan pintu masuk. Biasanya orang akan melakukannya usai melewati gerbang utama dan langsung berdiri di depan altar.

Bagi masyarakat Jepang berjalan di tepi kuil akan menunjukkan norma kesopanan. Mereka tidak akan berjalan di bagian tengah. Jadi, tidak ada salahnya mengikuti tradisi mereka saat berada di sana.

Di dalam kuil tersedia beberapa palung air yang digunakan sebagai pembasuh mulut. Cedoklah air dengan sendok bambu yang tersedia, kemudian tuangkan air ke tangan dan gunakan untuk membersihkan mulut. Pengunjung dilarang menyentuhkan sendok langsung ke bibir. Saya sempat melakukannya karena melihat pengunjung yang disamping saya dengan kimono melakukan hal serupa. Saya mengikutinya, dan seketika saya merasa bersalah setelah terjadi. Jadi anda jangan demikian ya.

Sama seperti kuil di Jepang lainnya, di bagian tengah halaman kuil akan terdapat sebuah bangunan kecil yang disebut dengan tempat persembahan. Disana tersedia kotak kecil dimana pengunjung biasa meletakkan koin. Lonceng yang terdapat di depan bangunan kecil ini dapat dibunyikan dengan menggoyangkan tali panjang berukuran besar yang menggantung disana. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa anda hadir disana dan berharap kepada dewa yang ada di ruangan tersebut agar mendengarkan doa yang akan anda sampaikan.

Cara yang umum digunakan oleh masyarakat Jepang bila tidak ingin membunyikan suara apapun adalah dengan membungkukkan badan 90 derajat, yang diikuti dengan bertepuk tangan 2 kali dengan pelan, menyatukan tangan dan berdoa. Kemudian akhiri dengan membungkukkan badan sekali lagi.

Kuil adalah tempat sakral, jadi anak-anak di Jepang tidak akan diizinkan berlarian dan berteriak sebagaimana biasanya mereka bermain. Jadi, jangan merasa heran saat melihat anak-anak sekolah dasar di Jepang berbaris rapi berjalan ke setiap sudut kuil tanpa bersuara.

Perhatikan rambu-rambu untuk memotret di dalam kuil karena tidak semua tempat diizinkan untuk di foto.

Leave a Reply

  • (not be published)