Tembakau kering hasil olahan petani di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Foto: Elitha Evinora Tarigan)

TANAH KARO – Mbakau atau tembakau adalah salah satu hasil bumi dari Tanah Karo yang diminati oleh pria dan wanita. Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tembakau tidak dijadikan sebagai rokok, disini tembakau lebih identik sebagai suntil. Suntil ini biasanya dikunyah bersama dengan daun sirih yang sudah diolesi dengan kapur dan bubuk gambir.

Bila tidak dikunyah, suntil juga biasanya dipakai oleh wanita-wanita Karo dengan cara digoyangkan disekitar mulut. Jangan heran bila berkeliling di Tanah Karo anda akan temukan segerombolan ibu-ibu yang tengah duduk santai dengan bibir berwarna merah dan tangan yang tengah memegang suntil yang juga tak kalah warnanya. Itu artinya mereka sedang makan sirih sambil menikmati waktu.

Cara membuat tembakau suntil ini ternyata sangat singkat, cukup satu hari saja. Pertama, daun tembakau dipilih dan diiris halus. Daun yang berwarna hijau kekuningan merupakan bahan tembakau yang paling bagus kualitasnya. Pengirisan biasanya dilakukan di pagi buta agar saat matahari muncul daun yang sudah diiris bisa langsung dijemur.

Penjemuran cukup dilakukan selama satu hari penuh. Daun yang tadinya berwarna hijau kekuningan perlahan akan berubah jadi kuning terang setelah dijemur selama 10-11 jam. Proses selanjutnya adalah mengembunkan tembakau yang sudah kering. Tujuannya agar daunnya tidak mudah patah dan rapuh saat dipegang.

Diembunkan artinya menjemur tembakau saat subuh agar air embun yang jatuh bisa meresap ke dalam tembakau. Lokasi pengirisan tembakau ini berada di Desa Batu Karang yang dekat dengan Gunung Sinabung di Tanah Karo. Jadi, udara bersih pegunungan sangat penting dalam proses pengembunan tembakau ini.

“Jadi bisa dipakai sebagai suntil. Kalau tidak diembunkan maka tembakau ini akan langsung patah saat dipegang,” ujar Mamak Nanda, salah satu pedagang tembakau khusus untuk suntil yang tinggal di Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara saat berbincang dengan The Editor beberapa waktu lalu.

Harga tembakau suntil dengan kualitas paling bagus dihargai Rp120.000 – Rp150.000 per kilogram. Sementara untuk yang paling murah dihargai Rp40.000 per kilogram.

Desa Batu Karang adalah salah satu desa penghasil tembakau suntil di Tanah Karo. Bila anda ingin berwisata ke tempat ini dan membeli langsung tembakau hasil warga, anda bisa masuk lewat Kota Kabanjahe. Dari Simpang Empat Kabanjahe anda tinggal naik angkutan umum yang langsung menuju desa ini. Enjoy the trip!

Leave a Reply

  • (not be published)