MASAMBA – Banjir bandang di Kecamatan Masamba, Luwu Utara memang sangat memperihatinkan. Dari tayangan video yang diedarkan oleh Aksi Cepat Tanggap di media sosial diketahui kondisi Kecamatan Masamba dalam kondisi porak poranda karena air yang terkontaminasi lumpur masuk ke dalam pertokoan.

Menatap kondisi rumah yang dipenuhi lumpur (Sumber Foto: Youtube Aksi Cepat Tanggap)

Dari video tersebut terlihat gedung dan ATM Bank BRI dipenuhi lumpur yang ketinggiannya mencapai 2 meter lebih. Dari video juga terlihat toko-toko dan pusat berbelanjaan juga dipenuhi lumpur dan gelondongan kayu yang terbawa saat banjir. Hampir semua daerah terlihat berwarna kecokelatan karena lumpur memang dominan menyerang pemukiman warga di banjir bandang ini.

Masih dari tayangan video tersebut, rumah tinggal warga terlihat dalam kondisi rusak parah. Lumpur memenuhi ruangan bahkan hingga mencapai atap rumah, seorang warga tampak duduk diatas tumpukan lumpur yang mulai mengeras sambil menatap pintu rumahnya yang sudah tidak bisa dimasuki lagi.

Sementara itu kondisi Sungai Masamba sendiri terlihat tak masih meluap, air sungai masih tinggi dan belum bisa diseberangi. Tak jauh dari bibir sungai terlihat mobil dan kendaraan lain terbenam lumpur hingga yang terlihat hanya bagian atap dan kacanya saja. Manusia berjalan diatas tumpukan lumpur yang membenamkan berbagai macam kehidupan. Anak-anak pun terlihat berjalan hilir mudik tanpa alas kaki.

Untuk dapat melihat situasi terkini dari Kecamatan Masamba, silahkan klik https://www.youtube.com/watch?v=fDUoXHpx-KY

PLN Gotong Royong Pasang Ulang Tiang Yang Rubuh Akibat Banjir

Membopong tiang lisrik meyeberangi Sungai Masamba (Sumber Foto: PLN)

5 gardu PLN masih di daerah Sabbang yang berada di di Luwu Utara, Sulawesi Selatan masih belum menyala usai diterpa banjir bandang pada Minggu (19/7) pagi kemarin.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo, Alimuddin mengatakan bahwa akses jalan menuju gardu PLN hingga saat ini masih tertutup longsoran banjir. Hal pertama yang dilakukan oleh petugas PLN di lapangan saat ini adalah memastikan bahwa gardu, jaringan dan instalasi pelanggan tetap. Caranya dengan melakukan inspeksi, pembersihan, pengeringan dan pengecekan gardu yang terkena dampak banjir.

Selain memulihkan jaringan listrik, PLN juga telah mendirikan 2 posko untuk membantu korban terdampak banjir, 1 posko di kantor PLN ULP Masamba dengan dilengkapi tenda dan ambulance dan 5 tenaga medis dari Yayasan Baitul Ma’al (YBM) PLN dan 1 posko di dekat Masjid Paigunta Sakbang.

Alimuddin menjelaskan, pendirian posko ini diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat disekitar daerah terdampak yang membutuhkan layanan kesehatan. PLN juga telah menyalurkan bantuan 2 buah tandon air dan 5 genset untuk masyarakat.

Tidak hanya membangun posko, hingga Sabtu (18/7), PLN juga telah menyerahkan bantuan senilai Rp 210 juta terdiri dari paket sembako, APD, sarung serta pakaian anak.

Sebagaimana diketahui, petugas PLN harus melalui medan yang cukup rumit agar tiang-tiang listrik PLN dapat dipasang. Salah satunya adalah dengan membopong satu unit tiang sepanjang 15 meter bersama-sama melewati aliran sungai. Dengan berpegangan pada kawat tembaga, puluhan petugas membawa tiang yang diletakkan diatas pundaknya dan menyeberang melawan arus sungai yang deras.

Leave a Reply

  • (not be published)