JAKARTA – Kita sering menggunakan sesuatu yang disebut indeks UV untuk mengukur seberapa banyak cahaya UV di luar. Indeks UV kadang-kadang dilaporkan dengan ramalan cuaca dan memberi tahu kita seberapa kuat radiasi UV pada hari itu.

Foto: Shutterstock

Professor of Epidemiology, Australian National University Robyn Lucas dalam The Conversation mengatakan bahwa ada dua jenis sinar UV yang mengenai kita dari matahari, yang disebut UV-A dan UV-B. Tapi hanya sinar UV-B yang membantu pembuatan vitamin D.

“Sinar UV-B penuh energi, seperti anak kecil yang tidak bisa duduk diam. Sinar ini memiliki lebih banyak energi daripada UV-A, energi ekstra itulah yang diperlukan untuk membuat vitamin D,” jelasnya.

Bagaimana persisnya?

Ketika sinar UV-B mengenai kulit kita, lanjutnya, energi dalam cahaya bergabung dengan bahan kimia di lapisan paling atas kulit kita. Terkadang energi ini membantu tubuh menghasilkan vitamin D. Di lain waktu, kombinasi tersebut dapat menghasilkan bahan kimia buruk yang menyebabkan kulit terbakar, dan mungkin kemudian menjadi kanker kulit.

Ketika energi UV-B diserap oleh suatu bahan kimia, sinar itu memberi bahan kimia tersebut lebih banyak energi. Para ilmuwan menggambarkan ini sebagai bahan kimia yang “berenergi”

Panas dari sinar inframerah memberikan lebih banyak energi pada bahan kimia itu, sehingga banyak ikatan yang menahan bahan kimia itu terpisah dan berubah menjadi bahan kimia yang sama sekali berbeda.

“Bayangkan bergandengan tangan dengan semua teman kamu dan membuat lingkaran besar, lalu berlarian ke sana kemari. Beberapa teman kamu kehilangan cengkeraman mereka dan tangan mereka terpisah. Saat itu terjadi, bentuk lingkaran hilang dan berubah menjadi bentuk lain,” katanya.

Masih kata Robyn, yang terjadi dalam kulit dari hasil diatas adalah bahan kimia yang bergabung dengan UV-B berubah karena hubungan antara atom dalam lingkaran putus menjadi vitamin D. Vitamin D kemudian diambil oleh darah yang mengalir melalui kulit.

Sebelum digunakan dalam tubuh, vitamin D harus melewati hati dan kemudian ke ginjal tempat vitamin ini berubah menjadi bentuk yang dapat berguna bagi tulang dan otot kita.

Tapi hati-hati jangan sampai terbakar matahari

Mendapatkan sinar matahari pada kulit sangat penting, tapi jangan sampai mendapat terlalu banyak karena kulit bisa terbakar matahari. Saat langit cerah, Kata Robyn, matahari bisa sangat kuat sehingga kita hanya perlu berada di luar selama beberapa menit setiap hari untuk menjaga vitamin D tetap tinggi. Namun, menghabiskan banyak waktu di luar rumah tetap bermanfaat, terutama di pagi dan sore hari.

Leave a Reply

  • (not be published)