Tampilan udara lahan yang baru dibuka untuk mengkremasi jenasah yang meninggal akibat infeksi virus corona (Foto: AFP PHOTO/ Jewel Samad/ Money Sharma/ THE EDITOR)

INDIA – Korban tewas akibat Covid-19 sudah tak terhitung lagi di Surat, salah satu kota berpenduduk sekitar 6 juta orang di Gujarat, India.

Tujuh krematorium dan kuburan di tempat ini diketahui tidak bisa lagi menampung jumlah tubuh tak bernyawa yang datang setiap hari.

Dibandingkan April 2020 lalu, jumlah korban tewas di kota ini naik tiga kali lipat. Dikhawatirkan angka tersebut akan terus naik.

Reuters melaporkan bahwa hingga awal bulan Mei 2021 ini tercatat 400.000 orang per hari diketahui terinfeksi virus mematikan ini.

Di kota Surat 6.520 jenasah telah dikremasi atau dikubur pada bulan April 2021 kemarin. Angka ini naik sebanyak 1.980 jenasah bila dibandingkan dengan angka kematian yang sama di tahun 2020 lalu.

Data yang dikumpulkan oleh media ini ternyata berbeda dengan data milik pemerintah dimana hanya terdapat 585 kematian yang terjadi akibat Covid-19 di kota dan kabupaten Surat pada April 2021.

Perbedaan jumlah data kematian ini tentu mengundang tanya banyak pihak. Para ahli kesehatan mulai khawatir pada kondisi yang terjadi saat ini karena jumah kematian akibat Covid-19 tidak dilaporkan secara signifikan oleh pemerintah di seluruh India.

Komisaris kota Surat, Banchha Nidhi Pani mengatakan pasien yang kena Covid-19 di kotanya berasal dari luar daerah. Jumlah saat ini semakin meningkat dan tidak bisa dikendalikan. Data pemerintah negara bagian menunjukkan bahwa 1.205 terduga pasien COVID-19 yang meninggal di Surat pada April berasal dari tempat lain.

Delhi Tak Mampu Lagi Mengkremasi Mayat Korban Covid-19

Korban meninggal akibat virus corona di Delhi, India sudah tak terhitung lagi. April 2021 tercatat 5.000 orang meninggal dunia akibat virus ini. Beberapa diantaranya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit atau saat tengah dirawat di rumah. Di kota ini, truk pengangkut oksigen harus dijaga aparat keamanan bersenjata lengkap.

Masih di Delhi, dilaporkan bahwa area parkir mobil di gedung krematorium dialihfungsikan sebagai tempat mengkremasi mayat korban Covid-19. Bahkan sepetak tanah yang dijadikan sebagai tempat pembuangan limbah juga tak luput dijadikan sebagai tempat untuk mengkremasi mayat korban terinfeksi corona.

Dalam sehari harus dilakukan 30 sampai 40 kali kremasi sehingga dinding pembatas tahan panas harus dibangun agar tidak membangun gedung yang ada disampingnya.

Selama pandemi corona menyerang India, kepulan asap tak pernah berhenti keluar dari gedung krematorium yang lokasinya berada di tengah kota, yakni di Delhi Timur. Gazhipur, salah satu krematorium yang berada di wilayah ini harus menjadikan lahan parkir jadi area untuk mengkremasi jenasah yang tewas akibat Covid-19.

Pohon yang berada dekat dengan krematorium ini ikut terbakar usai dibukanya lahan parkir di gedung ini. Tumpukan kayu yang tersimpan di bawah pohon ini diketahui ikut terbakar.

“Ada permintaan besar untuk kayu bakar yang digunakan untuk pembakaran kayu di krematorium, tetapi persediaan tidak mencukupi,” kata Rohit Pardeshi, seorang pedagang kayu bakar di Satara, sebuah kota di negara bagian Maharashtra, India barat.

Aturan lockdown yang ditetapkan oleh pemerintah India ternyata mengurangi jumlah pekerja penebang pohon di India. Bila ada, para pekerja ini akan meminta bayaran yang tinggi.

“Akibatnya jumlah kayu bakar berkurang dan penjual menaikkan harga,” ungkap Rohit.

Kata Rohit, harga eceran kayu bakar untuk mengkremasi jenasah korban Covid-19 di India naik 30 persen dari harga biasanya. Bahkan di beberapa daerah harga kayu bakar bisa melonjak hingga dua kali lipat.

Solusinya, pemerintah India membangun tempat pembakaran mayat sederhana berbahan semen dan batu bata. Bentuknya seperti kotak sepanjang dua meter dengan tinggi 50 cm membuat tempat kremasi ini sekilas tapak seperti kuburan, padahal sebenarnya tidak. Area yang dijadikan sebagai tempat kremasi massal yang baru ini adalah di Sarai Kale Khan yang tak jauh dari Delhi.

Bebeberapa daerah yang tak terpakai juga dibangun tempat kremasi jenasah korban Covid-19, diantaranya di bawah jembatan layang.

Dengan sistem sanitasi yang buruk, banyak pihak khawatir gelombang pandemi corona babak ketiga akan kembali menyerang India tahun 2022 mendatang.

Leave a Reply

  • (not be published)