Jepang/The Editor

JEPANG – Aturan tentang persewaan rumah pribadi di Jepang baru tertuang dalam aturan hukum industri pariwisata pada Juni 2018 lalu. Japan Guide menyebutkan bahwa terdapat beberapa aturan yang diatur oleh Undang-Undang yang harus dipenuhi oleh warga bila ingin menyewakan rumahnya:

1. Properti yang disewakan harus terdaftar di pemerintahan daerah setempat

2. Pemilik properti harus menampilkan nomor registrasi persewaan yang telah mereka terima di depan rumah.

3. Properti pribadi yang disewakan maksimal hanya 180 hari per tahun. Pemerintah daerah selanjutnya dapat menurunkan batas tersebut atau membatasi pengoperasian persewaan liburan di zona tertentu atau selama waktu tertentu dalam seminggu atau setahun.

Baca Juga: Tak Hanya Apartemen, Di Singapura Rumah Tapak Juga Hanya Bisa Dimiliki Selama 99 Tahun Saja

4. Properti harus dilengkapi dengan penerangan darurat dan informasi tentang rute evakuasi dalam bahasa asing.

5. Properti harus melakukan upaya untuk menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi wisatawan luar negeri dengan menyiapkan informasi tentang akses dan penggunaan fasilitas dalam bahasa asing.

6. Properti harus mengkonfirmasi identitas tamu dan mendaftarkan data tamu mereka.

7. Properti harus mengambil tindakan untuk mencegah masalah kebisingan, masalah sampah dan kebakaran.

Pemerintah Jepang memberi kesempatan tiap-tiap pemilik properti pribadi menyewakan properti mereka baik itu yang berada di jantung kota Tokyo hingga townhouse machiya tradisional di Kyoto dan rumah pertanian di pedesaan terpencil Jepang. Sebagian besar persewaan ditemukan di tujuan wisata yang banyak dikunjungi seperti Tokyo dan Kyoto.

Seperti yang diharapkan, harga sangat bervariasi tergantung pada jenis dan lokasi properti, tetapi cenderung mulai dari sekitar 8.000 hingga 15.000 yen per malam untuk dua tamu. Selain fasilitas yang ditemukan di hotel, persewaan liburan juga biasanya mencakup dapur dan mesin cuci. Namun, tidak seperti di hotel, Anda harus memastikan cara rumah ini menyortir sampah-sampah mereka.

Anda dilarang menimbulkan kebisingan saat tengah menyewa properti pribadi di Jepang. Aturan ini memangs angat berbeda dengan hotel. Warga Jepang tidak suka kebisingan, jadi pengunjung diminta untuk tidak mengganggu tetangga yang tinggal di rumah yang mereka sewa.

Leave a Reply

  • (not be published)