Cabai di dalam pot (Foto: Kudu Pinter/ THE EDITOR)

JAKARTA – Ada kalanya masyarakat perkotaan dan pedesaan menanam berbagai tumbuhan pangan seperti cabai, tomat dan berbagai sayuran di dalam pot atau polybag. Namun sedikit yang memperhatikan bahwa kualitas tanaman akan berkurang bila tanah yang dipakai dalam polybag tidak dilengkapi dengan unsur hara yang cukup.

“Asal asupannya cukup saya rasa tidak akan ada perbedaan (hasil) tumbuhan (cabai) yang ditanam di polybag atau di atas lahan,” ujar Chotimatul Azmi lewat webdinar yang diadakan beberapa waktu lalu dalam acara webdinar bimbingan teknologi produksi benih cabai yang diadakan oleh Dirjen Hortikultura pada Selasa (6/7).

Ia menjelaskan bahwa yang membedakan cabai organik atau tidak organik adalah dari pupuk yang dipakai.

Penyemaian Bibit Harus Sesuai

Untuk penyemaian benih, lanjutnya, Anda cukup menggunakan media semai yang merupakan campuran dari tanah dan pupuk kandang dengan ukuran 1:1. Jangan lupa basahi media hingga kapasitas lapang. Benih sebelumnya harus direndam dengan fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida 2 cc/liter selama 1 jam.

Selanjutnya semai benih cabai diatas bedeng semai atau tray penyemaian, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis. Bila sudah selesai maka tutup dengan mulsa hitan perak plastik atau daun pisang atau juga karung. Buka penutup setelah 5-10 hari atau kecambah sudah muncul ke permukaan tanah.

Setelah usia tanaman yang disemai berumur 12-20 hari, maka tanaman siap dipindahkan ke tray. Bibit dapat dipindahkan atau ditanam jika sudah berumur 30-45 hari. Hal ini juga bisa diketahui dari jumlah daun yang tumbuh di tiap batang cabai. Biasanya berjumlah 4-5 helai daun.

Sementara itu untuk merawatnya, bila pot diletakkan di lahan terbuka maka penyiraman dilakukan setiap hari bila tidak ada hujan di awal tanam, dan selanjutnya cukup dua kali dalam seminggu tergantung kondisi tanaman.

“Jika ditanam dalam screen atau green house maka penyiraman dilakukan setiap hari di pagi hari,” ungkapnya lagi.

Teknik Pemeliharaan Menentukan Hasil

Pemeliharaan tumbuhan cabai dari awal akan menentukan hasil panen akhir. Cara memelihara cabai yang ditanam di dalam polybag harus dilengkapi dengan pemupukan yang dimulai saat cabai berumur 14 hari sesudah di tanam di polybag. Pupuk yang harus disiapkan adalah NPK berukuran 2 kilogram dan pupuk boron berukuran 1 kilogram dicampur dengan 100 liter air.

Campuran ketiganya disiram ke tanaman dengan ukuran 250 ml setiap 10 hari sekali hingga usia cabai mencapai 55 hari sesudah bibit ditanam. Selanjutnya, campuran pupuk baru seperti NPK berukuran 2 kilogram dan KNO3 berukuran 1 kilogram dicampur dengan 100 liter air. Campuran ini disiram ke tanaman dengan takaran 250 ml selama 65, 75 dan 85 hari usia cabai.

Perlu diketahui, pada umur 30 hari hingga panen, cabai perlu disemprot setiap 10 hari sekali dengan MPK atau disebut juga pupuk daun dengan ukuran 40 gram per 18 liter.

Leave a Reply

  • (not be published)