Foto: JW.ORG

DUNIA – Alkitab secara gamblang menjelaskan tentang arti nubuat. Salah satu murid Yesus yang bernama Petrus menuliskan arti nubuat dengan cara yang luar biasa. Kata Petrus, nubuat tidak pernah datang dari penafsiran pribadi karena datangnya langsung dari Allah kepada manusia. Dan pesan itu bergerak oleh kuasa kudus (roh kudus).

JW.ORG menyebutkan bahwa roh kudus adalah kuasa Allah yang sedang bekerja, tenaga aktif-Nya. Dalam Alkitab, kata roh diterjemahkan dari kata Ibrani ruʹakh dan kata Yunani pneuʹma. Sering kali, kata-kata itu memaksudkan tenaga aktif Allah, atau roh kudus. Jadi, Allah mengirimkan roh-Nya dengan cara menyalurkan tenaga-Nya ke mana saja untuk melaksanakan kehendak-Nya.

Tapi, Alkitab juga menggunakan kata-kata roh untuk memaksudkan napas, angin, daya atau penggerak kehidupan dalam makhluk hidup, sikap atau sifat seseorang dan pribadi roh termasuk Allah dan malaikat.

Bagaimana para nabi mendapatkan pesan dari Allah?

1. Tulisan
Allah menggunakan cara ini setidaknya satu kali, sewaktu Ia memberikan Sepuluh Perintah kepada Musa dalam bentuk tulisan.​

2. Pesan melalui malaikat.
Contohnya, Allah menggunakan malaikat untuk memberi tahu Musa pesan apa yang harus ia sampaikan kepada Firaun di Mesir. Alkitab menuliskan juga bahwa jika perkataan Allah harus disampaikan secara persis kata per kata, maka Ia akan mengutus malaikat-Nya untuk mendiktekan pesan itu.

Misalnya, Allah berkata kepada Musa, “Tuliskanlah firman ini, karena sesuai dengan firman inilah aku mengadakan perjanjian denganmu dan Israel,”.

3. Penglihatan
Penglihatan biasanya diberikan sewaktu seorang nabi sedang sadar atau terjaga. Beberapa penglihatan sangat nyata sampai-sampai orang yang menerimanya merasa seperti benar-benar ada di sana.

Kitab Wahyu juga mengatakan bahwa penglihatan juga bisa diberikan sewaktu orang yang menerimanya berada dalam keadaan trans. Allah juga menyampaikan pesan-Nya melalui mimpi saat para nabi sedang tertidur.

4. Ilham
Allah menuntun pikiran para nabi-Nya agar mereka bisa menyampaikan pesan-Nya. Inilah arti dari kata-kata dalam Alkitab yang berbunyi, Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah. Frase diilhamkan Allah bisa juga berarti dinapaskan oleh Allah.

5. Apakah nubuat selalu berhubungan dengan masa depan?

Tidak. Nubuat tidak selalu menceritakan tentang masa depan. Tapi, sebagian besar pesan dari Allah memang berhubungan dengan masa depan, secara langsung maupun tidak langsung.

Misalnya, para nabi Allah berulang kali memperingatkan orang Israel pada zaman dulu tentang tingkah laku mereka yang jahat. Isinya menjelaskan bahwa jika mereka mau berubah, mereka akan diberkati di masa depan.

Tapi, jika mereka menolak, mereka akan mengalami kesulitan. Hasil akhirnya bergantung pada pilihan orang Israel sendiri.

Beberapa contoh nubuat Alkitab yang tidak menceritakan masa depan:

1. Ketika orang Israel meminta pertolongan Allah, Ia mengirim seorang nabi untuk bernubuat bahwa Allah tidak menolong mereka karena mereka tidak mau mengikuti perintah-Nya.​

2. Sewaktu Yesus berbicara kepada seorang wanita Samaria, ia mengatakan beberapa hal tentang masa lalu wanita itu. Yesus pasti mengetahui hal itu karena mendapat ilham dari Allah. Wanita itu menyadari bahwa Yesus adalah seorang nabi meskipun Yesus tidak bernubuat tentang masa depan.​

3. Sewaktu Yesus diadili, musuh-musuhnya menutupi mukanya, memukuli dia, dan berkata, ”Bernubuatlah. Siapa yang memukul engkau?” Mereka tidak meminta Yesus untuk bernubuat tentang masa depan, tapi meminta Yesus menggunakan kuasa Allah untuk menebak siapa yang memukulnya.
JW.ORG menuliskan bahwa Nubuat adalah pesan dari Allah, atau sebuah ilham. Alkitab mengatakan bahwa perkataan para nabi berasal dari Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus. adi, nabi adalah orang yang mendapatkan pesan dari Allah dan menyampaikannya kepada orang lain.​

Leave a Reply

  • (not be published)