JAKARTA – Menciptakan konglomerat muda dari desa merupakan langkah awal membangun Indonesia yang lebih baik. Salah satu caranya dengan mendorong pertanian modern berbasis digital.

Telekonference bersama Menteri Pertanian era Joko Widodo – Jusuf Kalla, Andi Amran Sulaiman

“Salah satu caranya adalah dengan mempercepat pemandatan digitalisasi pertanian dari hulu ke hilir,” ujar Andi Amran Sulaiaman lewat acara halal bihalal virtual Gempita Sabtu (6/6).

Gempita (Gerakan Pemuda Tani Indonesia) menurut Menteri Pertanian RI era Joko Widodo – Jusuf Kalla ini, organisasi pertanian tersebut harus menjadi lokomotif inovasi dan kemajuan pertanian. Selain itu, Amran berharap anak muda yang bergabung dengan Gempita berperan serta membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam orasinya selama 1,5 jam, Amran berharap agar Gempita juga membina kaum muda di pedesaan dengan berbagai edukasi berbasis ekonomi pertanian.

Dalam sesi tanya jawab, Koordinator Nasional Gempita Razikin Juraid meminta dukungan pemerintah terkait keberlanjutan program regenerasi petani. Ia juga mengatakan pelatihan dan pembinaan keterampilan berbasis ekonomi pertanian sangat penting.

Meski demikian, Ia tak menampik bahwa saat ini petani sulit megakses pinjaman dalm bentuk Kredit auasaha Rakyat (KUR) terutama di Nusa Tenggara Timur.

“Saat ini akses untuk mendapatkan KUR sangat sulit terutama di NTT,” pungkasnya.

Leave a Reply

  • (not be published)